Franco Baresi Meninggal Dunia Setelah Berjuang Satu Tahun

Smallest Font
Largest Font

Legenda AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia di usia 66 tahun setelah berjuang melawan penyakit selama satu tahun, di klinik Humanitas Rozzano, pinggiran Milan, pada Jumat (31/7/2026), menurut pernyataan resmi klub.

Baresi menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru tahun lalu yang memicu kondisi kesehatannya menurun dan membuatnya semakin terisolasi.

AC Milan menyatakan duka mendalam atas kehilangan sosok yang telah memperkuat klub sejak 1978 hingga 1997 dengan total 531 pertandingan dan mengenang nomor punggung 6 miliknya yang dipensiunkan sebagai penghormatan.

"AC Milan berduka atas kepergian Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan selamanya terukir dalam DNA Klub, sama seperti nomor punggung 6 ikoniknya," bunyi pernyataan Milan.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa duka cita dirasakan oleh seluruh penggemar Rossoneri yang kehilangan sosok legendaris tersebut.

Baresi merupakan bagian penting timnas Italia dengan 81 caps dan pencapaian puncak menjuarai Piala Dunia 1982 serta menjadi runner-up pada Piala Dunia 1994.

Kepergian Baresi pun mendapat respons dari klub rival seperti Juventus dan Inter Milan. Juventus menyebut Baresi sebagai sosok yang abadi karena bakat dan kemanusiaannya.

"Ada orang-orang yang dengan bakatnya menciptakan sejarah. Ada pula yang kemanusiaannya membuat mereka abadi. Franco Baresi adalah keduanya," kata pernyataan Juventus.

Baresi juga sempat mengenang hubungan khususnya dengan mendiang Silvio Berlusconi, mantan pemilik AC Milan yang sangat berperan dalam kariernya.

"Keagungan sejati tidak terletak pada bagaimana kita mengukur waktu – jam tangan seharga sepuluh euro menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan seharga sepuluh ribu – melainkan pada ruang yang kita ciptakan… Saya merasa terhibur mengetahui bahwa saya telah meninggalkan jejak di mana waktu tidak akan pernah bisa mencapainya," ujar Baresi dalam buku terakhirnya 'Ancora in gioco'.

Selama 15 tahun menjadi kapten di era Berlusconi, Baresi mempersembahkan enam gelar Scudetto, tiga Piala Champions, dan dua Piala Interkontinental.

"Silvio Berlusconi unik dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Bagi saya dia seperti seorang ayah: dia mewujudkan semua impian saya dan menyampaikan mentalitas pemenangnya kepada kita semua para pemain, mereka dari sepak bola era lain," kata Baresi.

Baresi juga dikenal di kancah internasional, termasuk pujian dari Diego Maradona yang menukar jersey dengan Baresi setelah pertandingan Napoli melawan Milan tahun 1989.

"Dalam edisi Ballon d'Or 1989 saya berada di urutan kedua di belakang Van Basten dan di depan Rijkaard, podiumnya semua pemain Milan. Namun pada kesempatan itu Presiden Berlusconi memberi saya versi asli Ballon d'Or," kata Baresi.

Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi Berlusconi atas kesetiaan dan prestasi Baresi, yang juga bertahan membela Milan saat klub turun ke Serie B.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed