ETF Emas Jadi Alternatif Baru Investasi Emas Tanpa Emas Batangan

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Indah Handayani 17 Aug 2026 | 10:21 WIB

JAKARTA, investor.id – Investasi emas kini tidak lagi identik dengan kepemilikan emas batangan. Sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK Nomor 2 Tahun 2026, investor memiliki alternatif melalui reksa dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa atau ETF emas.

Compliance Officer PT Infovesta Kapital Advisori, Adinda Ramadhanty, menilai kehadiran ETF emas memberikan pilihan baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap harga emas tanpa harus menyimpan emas secara langsung.

“Pertanyaannya kemudian, jika yang dicari hanya keuntungan dari kenaikan harga emas, apakah masih perlu membeli fisiknya?” tulis Adinda dalam analisisnya.

Investasi Emas Tanpa Simpan Fisik

Menurut Adinda, ETF emas merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa dengan aset dasar emas. Investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas melalui rekening efek, sementara emas fisik yang menjadi dasar produk disimpan dan dikelola oleh pihak yang ditunjuk.

Dalam skema tersebut, kepemilikan emas dicatat secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR). Melalui kerja sama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Pegadaian, kepemilikan dicatat dalam sistem KSEI, sedangkan emas fisiknya disimpan dan dikelola Pegadaian.

Perbedaan utama dengan emas batangan terletak pada bentuk kepemilikan. Membeli emas fisik berarti investor menguasai logamnya secara langsung. Sementara pada ETF, investor memiliki unit penyertaan yang nilainya mengikuti harga emas.

“Investor yang hanya menginginkan keuntungan dari pergerakan harga belum tentu membutuhkan bentuk fisiknya. Sebaliknya, bagi investor yang melihat emas sebagai penyimpan kekayaan yang dapat dikuasai langsung, kepemilikan fisik tetap bernilai,” tulis Adinda.

Biaya yang Perlu Diperhitungkan

Adinda menilai, salah satu biaya yang perlu diperhatikan dalam emas fisik adalah selisih harga jual dan harga buyback. Per 31 Juli 2026, harga jual emas Antam tercatat Rp2,62 juta per gram, sedangkan harga buyback Rp2,39 juta per gram.

Selisih sekitar 8,8% tersebut membuat harga buyback perlu naik sekitar 9,6% agar investor kembali ke modal awal. Selain spread, kepemilikan emas dalam jumlah besar juga membutuhkan tempat penyimpanan yang aman.

ETF emas dapat mengurangi kebutuhan penyimpanan tersebut. Namun, instrumen ini juga memiliki biaya, seperti biaya pengelolaan, biaya transaksi melalui perusahaan sekuritas, serta selisih harga bid dan offer di bursa.

Likuiditas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena ETF emas masih relatif baru di pasar domestik. Volume transaksi yang rendah dapat membuat spread bid-offer melebar.

“Perbedaan yang paling menentukan sebenarnya bukan besar kecilnya biaya, melainkan kapan biaya itu ditagih,” tulis Adinda.

Sesuaikan dengan Tujuan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Senin 17 Agustus 2026: Kembali Naik

Harga Emas Naik, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Yield Obligasi AS dan Minyak Jadi Ancaman

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 17 Agustus 2026

Pakar Ungkap Kisi-kisi Harga Emas Pekan Depan

Money Lab 54 detik yang lalu Emas Fisik atau ETF Emas, Mana yang Lebih Cocok untuk Investor? Emas fisik atau ETF emas? Simak perbedaan biaya, fleksibilitas, kepemilikan, dan tujuan investasi sebelum memilih instrumen emas

Business 12 menit yang lalu Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor Pascagempa NTT Kementerian PU bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT, Sabtu (15/8) sekitar pukul 05.00 WITA.

Market 27 menit yang lalu Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Senin 17 Agustus 2026: Menanjak Lagi Harga perak Antam (ANTM) terpantau menanjak lagi hari ini pada Sabtu (15/8/2026). Harga perak Antam naik ke level ini

Money Lab 40 menit yang lalu MT4 vs MT5 di 2026: Mana yang Cocok untuk Gaya Trading Anda? MT4 dan MT5 memiliki keunggulan berbeda. JustMarkets menjelaskan platform yang sesuai dengan strategi dan gaya trading trader

Market 42 menit yang lalu BPII Tebar Dividen 81,7% dari Laba PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2026 sebesar Rp 35 miliar.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 16 Agustus 2026, Cek Rinciannya Aguan Buka-bukaan soal Pantai Indah Kapuk Dua Saham Bank Besar yang Murah Meriah, Potensi Cuan Dekati 30%

Emiten Omzetnya Rp 35 T, PBV Cuma 0,24 Kali, Lagi Dicicil Terus Kenyataan Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Penulis : Indah Handayani 17 Aug 2026 | 10:21 WIB

Menurut Adinda, emas fisik cenderung sesuai bagi investor yang menjadikan emas sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang, mengutamakan kepemilikan langsung, atau memiliki tujuan untuk mewariskan aset.

Sementara itu, ETF emas dapat menjadi alternatif bagi investor yang menempatkan emas sebagai bagian dari portofolio dan membutuhkan fleksibilitas untuk menambah atau mengurangi alokasi.

ETF juga menawarkan akses dengan nilai investasi yang relatif rendah. Sebagai contoh, pada 14 Agustus 2026, harga XGLD tercatat Rp253 per unit. Dengan minimum pembelian satu lot atau 100 unit, investor membutuhkan sekitar Rp25.300, belum termasuk biaya transaksi.

Namun, investor perlu memperhatikan bahwa pencairan dana hasil penjualan ETF mengikuti mekanisme penyelesaian transaksi di bursa, yakni T+2 hari bursa.

Bukan Soal Mana yang Lebih Baik

Adinda menilai kehadiran ETF emas tidak membuat emas batangan kehilangan relevansinya. Kedua instrumen tersebut menjawab kebutuhan investor yang berbeda.

“Pertanyaan yang lebih tepat bukan mana yang lebih baik, melainkan emas dalam portofolio sebenarnya berperan sebagai apa,” tulis Adinda.

Jika emas dibutuhkan sebagai aset yang mudah disesuaikan dalam portofolio, ETF dapat menjadi alternatif. Namun, jika tujuan utamanya adalah memiliki dan menguasai emas secara langsung, emas fisik tetap memiliki keunggulan tersendiri.

Money Lab 4 menit yang lalu Emas Fisik atau ETF Emas, Mana yang Lebih Cocok untuk Investor? Emas fisik atau ETF emas? Simak perbedaan biaya, fleksibilitas, kepemilikan, dan tujuan investasi sebelum memilih instrumen emas

Business 15 menit yang lalu Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor Pascagempa NTT Kementerian PU bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT, Sabtu (15/8) sekitar pukul 05.00 WITA.

Market 29 menit yang lalu Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Senin 17 Agustus 2026: Menanjak Lagi Harga perak Antam (ANTM) terpantau menanjak lagi hari ini pada Sabtu (15/8/2026). Harga perak Antam naik ke level ini

Money Lab 43 menit yang lalu MT4 vs MT5 di 2026: Mana yang Cocok untuk Gaya Trading Anda? MT4 dan MT5 memiliki keunggulan berbeda. JustMarkets menjelaskan platform yang sesuai dengan strategi dan gaya trading trader

Market 45 menit yang lalu BPII Tebar Dividen 81,7% dari Laba PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) akan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2026 sebesar Rp 35 miliar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed