DPR Minta Sistem Keselamatan Kapal Dievaluasi Pasca Kebakaran KM Mutiara

Smallest Font
Largest Font

Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu desakan evaluasi total terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional. Kebakaran kapal rute Surabaya-Makassar ini menewaskan lima orang penumpang, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Proses identifikasi korban jiwa serta verifikasi pencocokan data manifes penumpang masih terus berjalan. Di samping korban meninggal dunia, ratusan penumpang lainnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi kejadian.

Menanggapi musibah ini, Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut pada Selasa (4/7/2026).

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kepada para korban yang selamat, semoga segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga," ujar Sudjatmiko di DPR, Selasa (4/7/2026).

Ia menegaskan pentingnya investigasi secara independen untuk membongkar penyebab pasti kebakaran serta memperbaiki standar operasional pelayaran secara menyeluruh.

"Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Saya meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan yang dilakukan regulator," tegasnya.

Proses evakuasi dan pencarian para korban melibatkan kerja sama ketat antarlembaga mulai dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, hingga nelayan setempat.

"Saya mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme seluruh personel Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta semua pihak yang terlibat. Respons cepat mereka menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan masyarakat. Saya juga memberikan penghargaan atas optimalisasi berbagai sarana penyelamatan, termasuk penggunaan Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal-kapal penyelamat, drone udara, dan peralatan pencarian lainnya yang sangat membantu mempercepat proses evakuasi maupun pencarian korban di laut," katanya.

Di samping proses penyelidikan, peningkatan standar proteksi kebakaran di kapal penumpang dinilai amat mendesak mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Karena itu, setiap kapal penumpang harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang benar-benar andal, mulai dari deteksi dini, sistem sprinkler, pompa kebakaran, hingga jaringan fire main system yang mampu memanfaatkan air laut sebagai sumber pasokan air untuk pemadaman. Sistem tersebut harus diuji secara berkala agar dapat berfungsi optimal ketika keadaan darurat terjadi," ujarnya.

Fasilitas pemadam portabel dianggap belum cukup memadai tanpa diimbangi oleh ketersediaan sistem pemadam tetap yang terintegrasi di seluruh area kapal.

"Keselamatan pelayaran tidak boleh hanya bergantung pada keberanian kru saat menghadapi musibah, tetapi harus ditopang oleh sistem keselamatan yang modern, andal, serta memenuhi standar nasional maupun internasional. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar setiap kapal memiliki kemampuan merespons kebakaran sejak dini sebelum api membesar," tegasnya.

Komisi V DPR berjanji akan terus mengawal jalannya pengusutan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Kementerian Perhubungan.

"Tragedi ini harus menjadi titik balik pembenahan keselamatan transportasi laut Indonesia. Negara harus memastikan setiap masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan melalui pengawasan yang lebih ketat, penegakan regulasi yang konsisten, serta penguatan kapasitas lembaga penyelamatan dan seluruh sistem keselamatan pelayaran nasional," tutup Sudjatmiko.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed