DPR Minta Malaysia dan Singapura Ikut Cegah Karhutla di Indonesia
Penulis : Ilham Oktafian 21 Aug 2026 | 19:37 WIB
Foto udara memperlihatkan asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (4/8/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
JAKARTA, investor.id – Komisi VIII DPR meminta Malaysia dan Singapura tidak hanya memprotes kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan. DPR menilai kedua negara juga perlu ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan karena terdapat pengusaha dari Malaysia dan Singapura yang memiliki lahan sawit di Indonesia.
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengatakan bahwa Indonesia perlu memberikan penjelasan kepada negara tetangga mengenai tantangan penanganan karhutla, termasuk luas wilayah yang harus ditangani.
“Ya saya kira ya kita memberi penjelasan pemahaman ke negara tetangga, bahwa Indonesia agak rumit juga menanganinya karena luasnya wilayah,” katanya saat dihubungi Jumat (21/8/2026).
Marwan mengatakan, Malaysia dan Singapura juga memiliki kepentingan usaha perkebunan sawit di Indonesia. Karena itu, kedua negara dinilai seharusnya turut membantu upaya pencegahan karhutla.
“Tapi perlu juga disadarkan bahwa Malaysia, Singapura juga punya kebun juga di Indonesia. Ya jangan memprotes, tapi ikut dong pencegahan. Dia buka sawit juga di sini, baik perusahaan maupun orang per orang,” lanjutnya.
Menurut Marwan, Indonesia terbuka terhadap bantuan dari Malaysia dan Singapura untuk menangani karhutla. Namun, ia meminta kedua negara tersebut juga melakukan introspeksi terkait keberadaan usaha perkebunan yang dinilai turut memiliki kaitan dengan kondisi di lapangan.
Marwan menilai Malaysia dan Singapura tidak semestinya hanya menyampaikan protes atas kejadian karhutla di Indonesia. Kedua negara, menurut dia, juga memiliki peran dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Nah, jadi jangan asal protes dong. Nah, gitu kira-kira. Justru menurut kita, ya mereka punya peran juga dalam munculnya kebakaran hutan ini, gitu,” katanya.
Politisi PKB tersebut mengatakan Indonesia tetap dapat menyampaikan permintaan maaf secara kenegaraan sekaligus membuka ruang untuk menerima bantuan dari negara tetangga. Namun, menurut dia, kondisi tersebut perlu dilihat pula dari aktivitas di lapangan.
“Ya dari sisi kenegaraan kita boleh minta maaf, butuh bantuan. Tapi dari sisi perilaku di lapangan, mereka juga punya peran di situ,” lanjutnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Sejumlah Bandara Kalimantan
Business 9 menit yang lalu Karhutla Kalimantan, DPR: Malaysia-Singapura Punya Sawit di Sini, Jangan Protes Komisi VIII DPR meminta Malaysia dan Singapura tidak sekadar memprotes karhutla Kalimantan, tetapi ikut membantu pencegahannya.
International 13 menit yang lalu Agen AI Buat 'Persona Palsu' Demi Tutupi Aksi Sabotase Agen AI tertangkap basah berbohong dan buat akun palsu demi loloskan kode berbahaya di GitHub. Simak kisah mahasiswa yang mengalahkannya!
International 20 menit yang lalu Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un, Korut Berikan Syarat Berat Trump membuka peluang bertemu Kim Jong Un tahun ini, tetapi Korea Utara masih memberi sinyal hati-hati dan memasang syarat berat.
Business 22 menit yang lalu Danantara Housing Expo Tebar Bunga KPR 2,75%, DP 1%, Tenor hingga 30 Tahun Danantara Housing Expo 2026 menawarkan KPR mulai 2,75%, DP 1%, dan tenor hingga 30 tahun untuk lebih dari 100 ribu unit hunian.
Market 33 menit yang lalu FTSE Keluarkan Puluhan Saham RI FTSE Russell kembali mengubah komposisi saham Indonesia dalam FTSE Global Equity Index Series. Puluhan saham emiten RI dikeluarkan.
Business 37 menit yang lalu Efek Diskon Motor Listrik Diprediksi Terbatas Ekonom menilai insentif motor listrik Rp 3 juta masih menarik konsumen, tetapi daya dorong terhadap penjualan menjadi terbatas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow