Didier Deschamps Tinggalkan Kursi Pelatih Timnas Prancis Usai Piala Dunia
Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, mengumumkan rencana kemundurannya dari kursi kepelatihan Les Bleus menjelang pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7) dini hari WIB.
Pertandingan pamungkas tersebut sekaligus menandai akhir dari era kepemimpinan Deschamps yang telah menakhodai timnas Prancis sejak tahun 2012. Posisi juru taktik berusia 57 tahun tersebut selanjutnya bakal digantikan oleh Zinedine Zidane.
Meski mematok target kemenangan untuk mengamankan posisi ketiga, Deschamps mengakui bahwa atmosfer skuadnya maupun timnas Inggris cenderung kurang bergairah dalam menyambut laga ini. Penurunan motivasi tersebut terjadi setelah kedua tim sama-sama dipastikan gagal melaju ke babak final.
Dilansir dari NDTV, Deschamps menegaskan komitmen profesionalnya untuk tetap mengawal anak asuhnya hingga turnamen berakhir secara tuntas.
"Saya punya tanggungjawab untuk pertandingan ini. Laga ini bukan persahabatan, ini duel perebutan tempat ketiga. Pemain, staf, dan saya punya tugas terakhir untuk ini meski tak lebih penting daripada final." kata Deschamps.
Juru taktik yang sukses mempersembahkan trofi juara Piala Dunia pada edisi 2018 tersebut mengidentifikasi adanya keengganan yang serupa dari kubu lawan dalam melakoni laga perebutan tempat ketiga ini.
"Inggris enggan main di laga seperti ini, kami juga sama. Tapi toh kami sudah di sini," kata Deschamps.
Walau mengakui adanya penurunan gairah, mantan kapten timnas Prancis tersebut menyatakan bahwa skuadnya tetap mengusung misi membawa pulang predikat juara ketiga demi menjaga kehormatan seragam kebanggaan mereka.
"Kami menaruh target untuk menduduki peringkat ketiga dan mewujudkan ambisi terakhir itu. Kami punya tugas memakai jersey ini," ucap Deschamps.
Menghadapi momen perpisahan yang sudah di depan mata, sang pelatih menegaskan sikapnya untuk tetap fokus secara rasional tanpa terbawa oleh suasana emosional yang berlebihan.
"Di kepala saya, saya sadar ini adalah laga terakhir saya [sebagai pelatih Prancis]. Saya tidak mau semua orang menangis. Titik akhir sudah dekat tapi kehidupan tetap berlanjut," ujar Deschamps.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow