DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Terlantar karena Promotor di Eropa
Tiga band metal ekstrem Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, mengalami masalah serius saat menjalani Cataclysmic Summer Tour 2026 di Eropa. Mereka terlantar di Dublin, Irlandia, akibat promotor Diablo Productions gagal memenuhi tanggung jawabnya, sehingga jadwal konser di Cork dan London batal.
Rombongan yang terdiri dari 16 orang personel dan kru tidak mendapatkan akomodasi dan transportasi yang dijanjikan setelah penampilan di Lost Lane, Dublin. Kondisi ini membuat mereka mengalami kesulitan di tengah rangkaian tur yang harus dilanjutkan di Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss.
Seorang warga diaspora Indonesia di Irlandia, Ailtje, membantu menampung para musisi dan kru di kediamannya di Longford, dekat Dublin. Ia juga menginisiasi penggalangan dana untuk biaya tiket pesawat dan transportasi sebesar EUR 10.000 atau sekitar Rp 170 juta.
"Kemaren, ada 16 orang Indonesia, musicians yang, for lack of a better word, terdampar di Dublin. Tanpa akomodasi dan kedinginan di Grafton Street," ujar Ailtje melalui akun Threads pribadinya @binibule.
"Adik gw, pencinta musik metal kontak, supaya gw bisa bantu. Bersama satu orang diaspora, 16 orang itu gw ajak pulang ke rumah gw," tambahnya.
"Siang itu makanan untuk mereka juga disiapkan oleh seorang diaspora. Malamnya, ada seorang diaspora yang kirim bahan makan, buah, minuman, camilan, shampo pasta gigi," lanjut Ailtje.
Selain bantuan diaspora, solidaritas dari Indonesia juga mengalir. Komedian Boris Bokir menyumbang EUR 1.000 atau sekitar Rp 20 juta, sementara Omesh ikut menyumbang EUR 200 atau sekitar Rp 4 juta untuk membantu kelancaran tur.
DeadSquad menyatakan promotor Diablo Productions tidak mempersiapkan kebutuhan penting selama tur seperti venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi. Mereka menyebut masalah ini sudah terjadi sejak awal dan berujung pada pembatalan konser di Cork dan London.
"Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal dan tetap kooperatif sepanjang proses ini. Namun, situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor," ujar DeadSquad dalam pernyataan resmi.
"Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Salah satu masalah terjadi pada show London, yang akhirnya dibatalkan oleh pihak venue," tambah mereka.
Pihak venue The Underworld Camden di London menyatakan promotor tidak melakukan reservasi resmi dan tidak menjawab komunikasi, sehingga konser batal. Mereka juga mempertanyakan status tiket yang sudah terjual.
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit memastikan tur di negara lain seperti Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss tetap berlangsung dengan promotor berbeda, DF Bookings, mulai 20 Agustus 2026.
"Untuk ini kan beda ya, kita punya dua promotor: Satu promotor Diablo Production untuk Irlandia sama UK dan kita punya DF Booking untuk Eropa," ujar Yuli, bassist Jasad.
"Nah, jadi yang bermasalah adalah cuma Irlandia dengan UK saja. Besok kita terbang ke Eropa, nah itu sudah aman sih," tambahnya.
Jasad juga pernah menghadapi kendala dengan promotor yang sama di tur Asia awal tahun ini yang harus ditunda karena masalah pengurusan visa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow