Danantara Dorong Himbara Beri Kredit Motor Listrik DP Nol Persen

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong jajaran bank milik negara (Himbara) untuk menyalurkan insentif berupa uang muka atau down payment (DP) sebesar 0 persen bagi kredit motor listrik nasional pada Kamis, 13 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detik Finance.

Langkah strategis tersebut diambil BPI Danantara guna merangsang percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di tengah masyarakat. Ketua Kelompok Eksekutif BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi kesiapan lembaga keuangan di bawah naungannya dalam memfasilitasi skema pembiayaan tersebut.

"Di dalam Danantara, kami sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara bahwa kita siap mendukung dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan," kata CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Pemangkasan uang muka dianggap mendesak mengingat mayoritas perbankan saat ini masih menerapkan ketetapan uang muka sebesar 10 persen yang dinilai memberatkan calon pembeli. BPI Danantara berupaya meniadakan hambatan finansial awal tersebut agar penetrasi pasar kendaraan listrik berjalan optimal.

"DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10%, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0%)," tegas CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Selain fasilitas bebas uang muka, BPI Danantara juga merancang kelonggaran finansial tambahan mencakup suku bunga rendah serta durasi tenor pinjaman yang lebih panjang. Langkah ini disiapkan untuk menjamin nilai angsuran bulanan tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat luas.

"Sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik dan kita mempunyai kemampuan untuk mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional yang ada di Indonesia ini," tambah CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Potensi pasar kendaraan roda dua di Indonesia terbilang sangat masif dengan total populasi mencapai 140 juta unit dan volume transaksi tahunan berkisar 6 hingga 7 juta unit. Namun, penyerapan unit motor listrik saat ini baru menyentuh angka 60 hingga 70 ribu unit per tahun atau sekitar 1 persen dari total penjualan.

"Ada kurang lebih 140 juta motor listrik yang ada di Indonesia dengan setiap tahunnya pembeliannya adalah 6-7 juta motor. Tetapi yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60-70 ribu, jadi hanya 1%. Jadi kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial," papar CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed