PT Dahana Meluncurkan Detonator Elektronik dan Pabrik Booster

Smallest Font
Largest Font

Penguatan industri bahan peledak nasional dilakukan PT Dahana (Persero) melalui peluncuran Electronic Detonator serta pengoperasian kembali Pabrik Booster di Subang pada Rabu, 19 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pengoperasian kembali Pabrik Booster dilakukan lewat kolaborasi Joint Operation Dahana-DAK (JODD) bersama DAK Energetics setelah sempat terhenti sejak Mei 2021. Fasilitas ini beroperasi penuh kembali sejak Oktober 2025 dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta unit per tahun untuk memproduksi DAYAPRIME® Pentolite Booster varian 200 gram dan 400 gram.

Sementara itu, produk DAYATRONIC - Electronic Detonator diproduksi oleh Pabrik Assembly Detonator Elektronik di Dahana Energetic Material Center (EMC), Subang. Produk tersebut mengusung teknologi inisiasi elektronik berwaktu tunda yang dapat diprogram untuk meningkatkan presisi peledakan sekaligus menekan ketergantungan impor.

Langkah investasi ini menjadi strategi penting perusahaan dalam memenuhi kebutuhan industri modern nasional.

"Reoperasi Pabrik Booster dan hadirnya Pabrik Assembly Detonator Elektronik merupakan wujud nyata investasi Dahana pada infrastruktur dan teknologi untuk memperkuat pasokan, meningkatkan kemandirian, serta menghadirkan solusi peledakan yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri modern," ujar Direktur Utama Dahana, Hary Irmawan, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain memperkuat kemandirian teknologi, operasional fasilitas baru tersebut mewajibkan penerapan K3, safety culture, dan Good Corporate Governance (GCG) bagi seluruh pekerja.

"Peluncuran Pabrik Electronic Detonator menandai lompatan dalam pengembangan teknologi bahan peledak yang menghadirkan akurasi, efisiensi, serta tingkat keamanan peledakan yang lebih tinggi. Sementara reoperasi Pabrik Booster memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi Dahana," ujar Wakil Komisaris Utama Dahana, Andyawan Martono Putra.

Peningkatan kapasitas ini juga dinilai sejalan dengan visi konsolidasi induk BUMN industri pertahanan.

"Reoperasi Pabrik Booster DAYAPRIME dan hadirnya Pabrik Assembly Detonator Elektronik berteknologi HEBS-II bukan sekadar penambahan kapasitas produksi. Ini menjadi bukti bahwa strategi holding untuk memperkuat hulu industri pertahanan dan energetic material berjalan sesuai arah yang dirancang bersama," ungkap Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed