Cyber University Terapkan Pembelajaran Berbasis AI dan Program CLP 3+1

Smallest Font
Largest Font

Cyber University memperkuat ekosistem pendidikan digital melalui penerapan integrasi kecerdasan buatan, metode Project Based Learning, dan program Company Learning Program 3+1. Langkah ini dirancang untuk menekan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri teknologi informasi.

Melalui skema CLP 3+1, mahasiswa menempuh tiga tahun perkuliahan teori serta praktikum di kampus, diikuti satu tahun magang industri secara penuh. Sistem tersebut mendorong tingkat penyerapan kerja lulusan kampus mencapai lebih dari 90 persen hingga mendekati 100 persen dalam waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda.

Implementasi teknologi AI juga diterapkan dalam pembelajaran rekayasa perangkat lunak untuk membantu mahasiswa memahami logika pemrograman lebih cepat. Penggunaan platform digital dan alat kolaborasi seperti GitHub, GitLab, serta Visual Studio Code Live Share melatih keterampilan manajemen proyek secara profesional.

Dosen Teknologi Informasi Cyber University, Rika Astuti, S.Kom., M.Kom. menjelaskan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar perangkat lunak.

"Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran rekayasa perangkat lunak untuk membantu mahasiswa memahami coding melalui fitur auto-complete, debugging otomatis, hingga saran penulisan program. Dengan teknologi ini, mahasiswa pemula lebih cepat memahami logika pemrograman dan mampu menyelesaikan tugas pengembangan aplikasi dengan lebih baik," kata Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.

Rika Astuti juga menekankan pentingnya peran pengajar dalam membimbing mahasiswa menghadapi perubahan teknologi yang pesat.

"Peran dosen pengampu menjadi kunci utama dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga motivator, mentor, inovator, dan pembentuk karakter. Dengan dukungan dosen yang profesional serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak akan terus melahirkan lulusan yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital global," ujar Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.

Sementara itu, Wakil Rektor Cyber University, Agus Trihandoyo menyampaikan porsi fleksibilitas yang harus dimiliki mahasiswa di tengah disrupsi teknologi digital.

"Perubahan saat ini bukan lagi terjadi setiap sepuluh tahun, tetapi hampir setiap bulan. Banyak pekerjaan lama menghilang, sementara profesi-profesi baru terus bermunculan. Karena itu, kemampuan paling penting yang harus dimiliki mahasiswa bukan hanya pengetahuan, tetapi kemampuan untuk terus beradaptasi, belajar, dan menciptakan inovasi," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.

Agus Trihandoyo menerangkan mekanisme teknis dari skema magang industri yang dijalankan oleh para mahasiswa.

"Melalui program CLP 3+1 ini, mahasiswa benar-benar digembleng dengan tiga tahun kuliah di kampus dan satu tahun penuh magang di industri. Ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga portofolio proyek dan pengalaman kerja nyata sebelum mereka benar-benar lulus," ujar Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.

Agus Trihandoyo memungkas keterangannya dengan menyoroti kolaborasi antara institusi pendidikan dan pihak keluarga.

"Masa depan tidak menunggu mereka yang hanya siap hari ini, tetapi berpihak kepada mereka yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Itulah semangat yang kami bangun di Cyber University bersama seluruh orang tua mahasiswa," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.

Dampak dari penerapan kurikulum ini terlihat pada keberhasilan mahasiswa Prodi Teknologi Informasi Cyber University, Raden Mochamad Issa Wirakusumah, yang menjabat sebagai Project Manager di PT InfantAI Teknologi Nusantara sebelum lulus. Issa mengawali kariernya sebagai Backend Engineer Intern, memimpin pengembangan platform AI, hingga mengelola 13 peserta magang lainnya.

Raden Mochamad Issa Wirakusumah menyampaikan pandangannya mengenai keterlibatan langsung di dunia kerja selama masa studi.

"Saya percaya bahwa terus belajar dari berbagai lingkungan kerja merupakan salah satu cara terbaik untuk berkembang. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin luas pula cara kita melihat sebuah permasalahan dan menemukan solusi," ujar Raden Mochamad Issa Wirakusumah, Mahasiswa Cyber University.

Keberhasilan para mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan sebelum kelulusan dikonfirmasi oleh Ketua Career Center Cyber University, Dr. Anang Martoyo.

"Di Cyber University kuliahnya selama 3 tahun dan 1 tahun magang di industri yang sudah kerja sama. Kami sangat bersyukur dari CLP 3+1 ini sudah banyak mahasiswa yang sudah kerja sebelum mereka lulus. Lulusan Cyber University juga bisa hampir 100% terserap dunia kerja," kata Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University.

Ekosistem kampus Cyber University turut melahirkan startup independen seperti Gipsy Research yang didirikan oleh Gregorius Peitra dan Carolus Agung Segara Wisesa. Perusahaan riset berbasis AI ini menyediakan layanan konsultasi data statistik dan alat bantu penelitian GipsyAI untuk kebutuhan akademis maupun analisis bisnis.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed