BMKG Memprakirakan Hujan Potensial Mengguyur Indonesia pada 14 Agustus 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat, 14 Agustus 2026, di tengah periode musim kemarau. Kondisi cuaca tersebut dipicu oleh pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) serta pertemuan angin (konfluensi) yang membentang dari wilayah Sumatera hingga Papua. Selain itu, dinamika atmosfer dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan pergerakan Madden-Julian Oscillation (MJO).
Kombinasi fenomena atmosfer ini menginduksi pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah. BMKG mengimbau masyarakat di kawasan rawan bencana hidrometeorologi untuk mewaspadai potensi timbulnya genangan, banjir, maupun tanah longsor akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Prakirawan cuaca BMKG Masayu Franstika memaparkan kondisi cuaca untuk wilayah barat Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026.
"Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai potensi hujan sedang di Medan (Sumatera Utara), hujan ringan di Padang (Sumatera Barat), Tanjung Selor (Kalimantan Utara)," kata Masayu Franstika. Masayu menambahkan bahwa potensi cuaca basah juga teridentifikasi membentang di beberapa wilayah bagian timur Indonesia.
"Terdapat potensi hujan ringan di Mamuju (Sulawesi Barat), Palu (Sulawesi Tengah), Nabire (Papua Tengah), Jayapura (Papua), dan Merauke (Papua Selatan)," ujar Masayu Franstika. Masayu melanjutkan penjelasannya mengenai potensi fenomena udara kabur yang berpeluang muncul di sejumlah kota.
"Kemudian udara kabur diprakirakan terjadi di Bengkulu, Pontianak (Kalimantan Barat), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat/NTB)," kata Masayu Franstika. Sementara itu, BMKG dalam keterangannya menjelaskan bahaya lain berupa peningkatan gelombang laut yang dipicu oleh embusan angin permukaan berkecepatan di atas 25 knot. "Beberapa gangguan atmosfer tersebut masih berpotensi menginduksi pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut," kata BMKG.
Di sisi lain, prakirawan BMKG Miftah Ali memaparkan gambaran umum kondisi konvergensi yang memicu potensi awan hujan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
"Secara umum daerah konvergensi memanjang di pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara hingga Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua, serta perairan barat dan selatan Papua Selatan," kata Miftah Ali. Dari sektor iklim kawasan selatan, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menerangkan faktor dominan yang menekan pasokan curah hujan di wilayah Sumatera Selatan. "Kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat," kata Wandayantolis.
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Kota |
|---|---|---|
| Wilayah Barat Indonesia | Hujan Ringan | Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Selor |
| Wilayah Barat Indonesia | Cerah Berawan hingga Berawan Tebal | Aceh, Jambi, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, sebagian besar Jawa, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda |
| Wilayah Barat Indonesia | Asap atau Kabut | Bandar Lampung |
| Wilayah Barat Indonesia | Udara Kabur | Bengkulu, Palembang, Pontianak |
| Wilayah Timur Indonesia | Hujan Ringan | Mamuju, Palu, Ambon, Nabire, Jayapura |
| Wilayah Timur Indonesia | Cerah Berawan hingga Berawan Tebal | Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Merauke |
| Wilayah Timur Indonesia | Asap atau Kabut | Mataram, Jayawijaya |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow