BMKG Minta Warga NTT Waspadai Gempa Susulan Hingga Tiga Minggu
Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur diperkirakan baru akan meluruh dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, pusat pemantauan mencatat 235 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar guncangan tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan perkembangan pemantauan aktivitas seismik tersebut dalam konferensi pers darurat.
"Terhitung hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2, utamanya berada di bagian utara Pulau Flores," ujar Faisal.
Berdasarkan grafik pemantauan berkala, frekuensi gempa bumi susulan dilaporkan belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
"Dari jam ke jam kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.
Faisal menjelaskan bahwa durasi peluruhan ini tergolong normal untuk peristiwa gempa berkekuatan besar, sebagaimana pernah terjadi pada penanganan bencana gempa di Maluku Utara.
"Umumnya peluruhan akan terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," jelasnya.
Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap bersiap menghadapi potensi getaran susulan yang masih mungkin terjadi.
"Diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau 3 minggu," ujarnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat data terbaru jumlah korban jiwa mencapai 38 orang hingga Sabtu pukul 15.00 WIB. Selain korban meninggal, tercatat 2 orang mengalami luka berat, 11 orang luka ringan, dan sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan data pembaruan dampak bencana serta langkah penanganan darurat di kawasan terdampak.
"Terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa, luka berat 11 luka ringan. Kemudian Kurang lebih. Ada 2 ribu jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," ungkap Suharyanto.
Pemerintah segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana dan menerjunkan tim gabungan menuju Kabupaten Ende untuk menggelar koordinasi tingkat provinsi.
"Kami sepakat segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana. Kemudian, kami, Bapak Menko PMK, Saya-Kepala BNPB, nanti malam akan segera berangkat ke Ende. Dan sesampainya akan langsung menggelar rapat tingkat provinsi dan kota," kata Suharyanto.
Untuk mendukung percepatan penanganan lapangan, penerbangan khusus menggunakan pesawat Boeing TNI AU 737 dijadwalkan bertolak dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo pada pukul 20.00 WIB. Penerbangan ini membawa jajaran menteri teknis serta bantuan Presiden berupa 50.000 paket sembako untuk didistribusikan melalui Maumere.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow