BMKG Catat 1.624 Gempa Susulan Terjang NTT Usai Gempa M 7,7

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 1.624 gempa susulan mengguncang Nusa Tenggara Timur hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB pascagempa tektonik dangkal magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026), sementara korban meninggal dunia bertambah menjadi 54 orang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merinci dari ribuan getaran susulan tersebut, sebanyak 23 kejadian berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 59 gempa dirasakan oleh masyarakat. Pihak otoritas juga telah menerjunkan tim gabungan untuk memetakan kerusakan tanah serta memverifikasi dampak tsunami.

Langkah pemeriksaan lapangan dilakukan guna mendukung pemulihan wilayah terdampak seperti Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, hingga Jeneponto.

"BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Selain menurunkan tim teknis, BMKG melakukan sosialisasi untuk menenangkan warga serta mengimbau masyarakat menghindari bangunan retak guna mengantisipasi bahaya gempa susulan.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat proses pendataan korban luka-luka dan kerusakan bangunan pemukiman warga masih berlangsung secara dinamis di seluruh daerah terdampak.

"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi," ujar Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Instruksi percepatan penanganan juga dikeluarkan agar pemerintah daerah segera memproses bantuan tanpa menunggu seluruh data terkumpul secara menyeluruh.

"Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," kata Suharyanto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed