Bill Ackman Rombak Portofolio Pershing Square dengan Enam Saham Baru

Smallest Font
Largest Font

Investor miliarder Bill Ackman melakukan perombakan terbesar terhadap portofolio investasinya dalam beberapa tahun terakhir dengan menambah enam saham baru ke dalam sejumlah dana kelolaannya. Langkah agresif dari pendiri Pershing Square Inc. tersebut dilaporkan pada Kamis (13/08/2026).

Aksi borong saham ini dilansir dari Investor Daily, di mana Ackman memasukkan nama-nama besar seperti Netflix, Visa, dan Mastercard. Selain ketiga perusahaan tersebut, dana investasi Ackman juga mengambil posisi baru di perusahaan perawatan mata Alcon, operator bursa Intercontinental Exchange (ICE), serta penyedia data keuangan S&P Global.

Pembelian aset-aset tersebut mulai dilakukan sejak kuartal II-2026 melalui sejumlah dana kelolaannya, termasuk Pershing Square USA yang telah tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) sejak April lalu. Masuknya Netflix menjadi sorotan karena Ackman pernah menderita kerugian saat menjual kepemilikan saham di perusahaan streaming tersebut pada tahun 2022.

Langkah terbaru ini menandai perubahan signifikan bagi strategi investasi Pershing Square yang biasanya cenderung terkonsentrasi dan hanya memegang saham tidak lebih dari sekitar selusin perusahaan. Sebelum penambahan ini, Ackman juga telah memasukkan Microsoft ke dalam portofolionya tahun ini setelah harga saham raksasa teknologi itu melemah pascarilis laporan keuangan.

Selain Microsoft, portofolio Ackman saat ini juga dihuni oleh Uber Technologies, Meta Platforms, Amazon.com, Fannie Mae, dan Freddie Mac. Perombakan besar-besaran ini dilakukan di tengah tekanan kinerja yang dihadapi sejumlah dana investasinya sepanjang tahun berjalan.

Hingga akhir Juli 2026, Pershing Square USA tercatat turun 3,5% sejak awal tahun, sedangkan Pershing Square Holdings yang terdaftar di London melemah 9,2%. Kinerja dana kelolaan tersebut berada di bawah indeks total return S&P 500 yang justru tumbuh sekitar 10% pada periode yang sama.

Perubahan kepemilikan saham terbaru dari Pershing Square ini diperkirakan akan terlihat secara rinci dalam laporan 13-F yang disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Dokumen wajib tersebut menjadi acuan para pelaku pasar untuk memantau perubahan strategi manajer dana besar.

Selain melakukan pembelian masif, tahun 2026 juga diwarnai aksi lepas investasi oleh Ackman di Universal Music Group dengan nilai taksiran sekitar US$1,5 miliar. Divestasi ini terjadi setelah perusahaan musik yang menaungi Taylor Swift tersebut menolak tawaran pengambilalihan senilai US$65 billion dari Ackman.

Aksi korporasi ini juga mencerminkan transisi pendekatan Ackman yang kini menginjak usia 60 tahun. Sosok yang dahulu dikenal sebagai salah satu investor aktivis paling vokal di Wall Street tersebut kini lebih memilih strategi value investor dengan pendekatan yang kooperatif terhadap manajemen perusahaan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed