BI Perkuat Bauran Kebijakan Usai Rupiah Tembus Rp 18.000
Bank Indonesia memperkuat implementasi bauran kebijakan moneter guna mengawal stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga target inflasi nasional pada Rabu (29/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Langkah tegas ini diambil usai mata uang Garuda mengalami tekanan hebat hingga melampaui ambang batas psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada awal pekan.
Pelemahan tajam nilai tukar tersebut dipicu oleh sentimen ketidakpastian pasar global setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mendadak pada akhir Juli 2026. Keputusan unverkirakan ini memicu gelombang kekhawatiran investor terkait keberlanjutan serta independensi kebijakan moneter bank sentral, yang kemudian memicu aksi lepas aset rupiah dan penarikan modal asing keluar.
Merespons gejolak pasar keuangan tersebut, bank sentral menerapkan kerangka kebijakan moneter komprehensif yang tidak hanya bergantung pada penyesuaian suku bunga acuan BI Rate. BI mengoptimalkan intervensi aktif di pasar spot valuta asing serta transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) baik di dalam negeri maupun pasar lepas pantai.
Selain itu, BI menyelaraskan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik kembali arus modal asing guna menopang rupiah, sembari memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai serta terdistribusi secara proporsional di seluruh sektor perbankan nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow