Ben Carroll Dilantik Jadi Premier Victoria dan Buka Komisi Kerajaan

Smallest Font
Largest Font

Ben Carroll resmi dilantik sebagai Premier Victoria pada Selasa (28/7/2026) setelah Jacinta Allan mengundurkan diri dari jabatannya. Usai mengucap sumpah, Carroll langsung mengumumkan pembentukan komisi kerajaan untuk menyelidiki dugaan korupsi di sektor konstruksi.

Keputusan tersebut diambil setelah gejolak internal Partai Buruh yang dipicu oleh penurunan elektabilitas serta desakan sejumlah menteri senior. Pengunduran diri Allan terjadi di tengah kekhawatiran partai terhadap bayang-bayang skandal proyek infrastruktur Big Build jelang pemilu negara bagian mendatang.

Mantan pengatur strategi Partai Buruh, Kos Samaras, menilai perombakan kepemimpinan ini terjadi akibat penurunan dukungan di basis pemilih kelas pekerja. Ia menyebut masalah tersebut muncul akibat pengabaian kawasan pinggiran kota selama satu dekade terakhir.

"Sebagian besar orang di internal Partai Buruh telah menyadari bahwa mereka menghadapi sejumlah masalah yang sangat signifikan," kata Mr Samaras, Former Labor strategist.

Ia menambahkan bahwa kegagalan Allan berakar pada ketidakmampuannya melepaskan diri dari citra kepemimpinan sebelumnya. Hal itu membuat para pemilih menganggap pemerintahannya sekadar kelanjutan dari rezim terdahulu.

"Salah satu masalah terbesar yang dimiliki Jacinta Allan adalah dia tidak mampu memisahkan dirinya dari pemerintahan Andrews," kata Mr Samaras, Former Labor strategist.

Samaras berpendapat bahwa status Carroll yang kurang menonjol sebelumnya justru memberikan ruang untuk membentuk persepsi publik baru secara mandiri.

"Dia memiliki kanvas yang masih kosong, dan dia sebaiknya melukisnya sebelum lawan-lawannya yang melukisnya," kata Mr Samaras, Former Labor strategist.

Di sisi lain, oposisi menyambut dingin langkah pimpinan baru Victoria tersebut. Mantan pemimpin Partai Liberal, John Pesutto, menegaskan bahwa ia tidak percaya pergantian pimpinan akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Victoria.

"Baik Ben Carroll, sang premier, maupun wakil premier Gabrielle Williams, mereka berdua ada di sana di meja kabinet," kata Mr Pesutto, Former Liberal leader.

Pesutto menuding pengumuman komisi kerajaan hanya taktik politik menjelang pemungutan suara awal. Menurutnya, komisi tersebut tidak akan berjalan sekomprehensif usulan oposisi.

"Saya tidak membelinya. Saya pikir itu adalah sesuatu yang dia katakan kurang dari empat bulan sebelum pemungutan suara awal dibuka, ketika orang-orang mulai memilih," kata Mr Pesutto, Former Liberal leader.

Ia mengklaim langkah Carroll semata-mata dilakukan untuk meredam krisis internal yang dialami partai pendukungnya.

"Dia mengatakan apa pun yang perlu dia katakan untuk mencoba menghentikan pendarahan yang dialami Partai Buruh," kata Mr Pesutto, Former Liberal leader.

Sementara itu, politisi Liberal Moira Deeming juga mengumumkan pengunduran dirinya dari partai parlemen di tengah proses perombakan kepemimpinan tersebut. Menanggapi kepergian Deeming, Pesutto memilih tidak banyak berkomentar.

"Saya sudah move on," kata Mr Pesutto, Former Liberal leader.

Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjalankan tugas dan tanggung jawab politiknya.

"Saya move on karena saya memiliki pekerjaan dan tanggung jawab," kata Mr Pesutto, Former Liberal leader.

Dari sudut pandang pengawasan independen, mantan Komisioner Komisi Anti-Korupsi Berbasis Luas Independen (IBAC), Robert Redlich, menyambut baik langkah pembentukan komisi kerajaan dan penguatan kewenangan lembaga pengawas. Namun, ia menyayangkan keputusan tersebut baru diambil sekarang.

"Mengingat sifat Big Build, besarnya proyek yang sedang berjalan, dan kekhawatiran yang diungkapkan oleh pihak-pihak yang telah menyelidiki Big Build mengenai besarnya pemborosan uang rakyat yang terjadi, sungguh menyedihkan bahwa butuh waktu hingga sekarang agar hal ini terjadi," kata Mr Redlich, Former IBAC commissioner.

Carroll juga berjanji memberikan wewenang tambahan kepada IBAC untuk menelusuri aliran dana sebelum pemilu. Redlich menilai langkah tersebut sudah sangat terlambat untuk mengawasi pengeluaran dana publik pada proyek-proyek besar.

"Ini sudah lama tertunda," kata Mr Redlich, Former IBAC commissioner.

Sektor konstruksi Victoria sebelumnya menjadi sorotan setelah investigasi media mengungkap keterlibatan unsur kriminal dalam proyek infrastruktur publik bernilai miliaran dolar. Penyelidikan independen tersebut mendorong desakan publik yang makin kuat agar pemerintah melakukan pengusutan menyeluruh.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed