BEI Tambah Metodologi Price Impact Ratio untuk HSC 14 Juli 2026
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengumumkan penambahan metodologi price impact ratio dalam penyaringan saham yang terindikasi high shareholding concentration (HSC) pada konferensi pers di Gedung BEI, Selasa (14/7/2026).
Jeffrey menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen BEI untuk melaksanakan agenda reformasi pasar modal secara berkelanjutan. "Motivasi utamanya adalah komitmen kami untuk terus menjalankan agenda reformasi pasar modal secara berkelanjutan," ujar Jeffrey.
Menurutnya, saham dengan price impact ratio tinggi akan menjadi salah satu objek penyaringan untuk mengidentifikasi potensi HSC. Namun, penilaian tidak hanya didasarkan pada indikator ini saja.
"Selain price impact ratio, terdapat pula berbagai trigger factors lain yang berasal dari fungsi pengawasan Bursa terhadap seluruh saham yang masuk dalam cakupan pemantauan," jelasnya. Saat ini, terdapat 37 saham yang menunjukkan indikasi HSC.
Jeffrey menekankan bahwa masuknya suatu saham ke dalam kategori HSC tidak berarti ada pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal. "Perlu kami tegaskan bahwa saham yang terindikasi high shareholding concentration tidak otomatis berarti melakukan pelanggaran. Ini merupakan bagian dari upaya identifikasi risiko di pasar," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow