Bank Jatim Perkuat Sinergi di Kelompok Usaha Bank untuk Dorong Pertumbuhan

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui sinergi strategis dengan bank pembangunan daerah lain, dilansir dari Detik Finance.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyatakan penguatan sinergi ini jadi strategi penting membangun ekosistem perbankan daerah yang efisien dan kompetitif.

"Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.

Anggota KUB saat ini meliputi Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung, yang bekerja sama untuk mengakselerasi potensi sinergi dan nilai tambah.

Sinergi bersama Bank NTB Syariah fokus pada integrasi sistem Remittance yang mempertimbangkan potensi pekerja migran, sementara kerja sama layanan kustodian dengan Bank NTT mencatat pertumbuhan positif dan kesepakatan tarif layanan Remittance.

Untuk Bank Banten, Bank Jatim menyelaraskan ketentuan Joint Financing demi mendukung pembiayaan bersama yang lebih efektif.

Sinergi dengan Bank Sultra diarahkan pada pemenuhan perizinan regulator sebagai persiapan pengembangan layanan prioritas.

"Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegas Winardi.

Kontribusi sinergi tersebut tercermin dalam kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif pada Semester I 2026, dengan total aset mencapai Rp 162,05 triliun, naik 37,16 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,15 triliun.

Penyaluran kredit konsolidasi meningkat 41,68 persen dari Rp 78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp 111,28 triliun pada Semester I 2026.

Laba bersih konsolidasi Bank Jatim juga tumbuh 53,49 persen dari Rp 811 miliar menjadi sekitar Rp 1,2 triliun selama enam bulan pertama 2026.

"Pencapaian ini menunjukkan strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi Digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed