AchmadNurHidayat.ID — Program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan PT Astra International Tbk mencatatkan hasil signifikan di Banyuwangi. Melalui pembinaan berkelanjutan, pelaku usaha lokal dan kelompok tani meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas pascapanen, serta membuka akses pasar ekspor.
Salah satu capaian paling menonjol adalah kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo yang dibina oleh Yayasan Astra bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra dan didampingi Pusat Pengembangan UMKM (PPU). Pendampingan meliputi penguatan kelembagaan, budidaya organik, perbaikan mutu pascapanen sesuai standar offtaker, serta akses pembiayaan dan pemasaran.
Kelompok tani tersebut sukses memperoleh sertifikasi budidaya organik. Produksi buah naga naik hampir dua kali lipat, dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani juga melesat dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar dalam periode yang sama.
Hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi. Produk-produk itu kini beredar di pasar nasional dan telah diekspor ke Singapura dan Hong Kong.
Perkembangan Desa Wisata Kemiren
Keberhasilan lain tercatat di Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, yang sejak mendapat pendampingan Astra pada 2024 berkembang sebagai desa wisata berbasis budaya Osing. Intervensi ini mendorong keterlibatan puluhan pelaku UMKM setempat.
Saat ini tercatat 40 pelaku usaha di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi, didukung 50 homestay dengan total 92 kamar. Sebanyak 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengelola aktivitas pariwisata berbasis budaya.
Penguatan sektor UMKM dan pariwisata berdampak pada kesejahteraan. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis naik sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyatakan, pengembangan Desa Sejahtera Astra menunjukkan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. “Ini terjadi melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Boy pada Kamis, 2 Juli 2026.
Boy menambahkan bahwa selain aspek kewirausahaan, Astra juga menjalankan program di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan desa terpadu.
Pengakuan atas upaya tersebut datang dari tingkat nasional dan internasional. Desa Kemiren meraih sejumlah penghargaan, antara lain Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025.
Menurut Boy, pembinaan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal merupakan bagian dari komitmen Astra untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
