Askrindo Sokong 512 Proyek Strategis Senilai Rp 261 Triliun

Smallest Font
Largest Font

PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo mengucurkan penjaminan serta asuransi untuk 512 proyek strategis dan keamanan nasional bernilai total Rp 261,9 triliun hingga Desember 2025, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Dukungan tersebut terbagi atas 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) sebesar Rp 143,2 triliun dan 496 proyek sektor keamanan nasional bernilai Rp 118,7 triliun. Sejumlah PSN yang dijamin mencakup Asuransi Aset Kereta Cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, perumahan IKN, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza menegaskan peran BUMN tersebut dalam menopang perekonomian nasional serta pelaku usaha kecil.

"Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM," kata Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza dalam keterangan tertulis, Rabu (26/7/2026).

Kapasitas Commercial Line BUMN ini melonjak 42 persen menjadi Rp 28,6 triliun dibandingkan posisi 2023 yang tercatat Rp 20,1 triliun. Peningkatan ini dibarengi dengan komitmen penerapan manajemen risiko yang ketat dalam setiap ekspansi bisnis.

"Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola," jelas Leonardo.

Rekam jejak penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) perusahaan sepanjang 2016–2025 telah menembus angka Rp 149,7 triliun untuk berbagai proyek APBN/APBD maupun BUMN. Setiap analisis risiko bisnis dilakukan secara cermat guna menyesuaikan batas toleransi risiko perseroan.

"Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo," katanya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed