Arthur Fils Tembus Final Cincinnati Open 2026 Usai Tekuk Cobolli
Petenis asal Prancis Arthur Fils melaju ke partai final turnamen ATP Masters 1000 pertamanya usai mengalahkan Flavio Cobolli dengan skor 6-3, 6-4 pada babak semifinal Cincinnati Open 2026 di Ohio, Amerika Serikat.
Kemenangan dua set langsung tersebut membawa petenis berusia 22 tahun itu menjadi pemain Prancis termuda yang mencapai babak final Masters 1000 sejak Richard Gasquet pada 2006, serta yang pertama di Cincinnati sejak 1991.
Jalannya pertandingan semifinal sempat tertunda akibat peringatan cuaca buruk dan hujan deras yang mengguyur lokasi pertandingan. Laga babak semifinal tersebut juga diwarnai angin kencang yang memengaruhi jalannya set pertama sebelum Fils mengambil alih kendali permainan.
Hasil ini memastikan Fils naik ke peringkat 11 dunia dalam daftar peringkat live ATP. Di babak final, petenis peringkat enam dalam race ATP tersebut akan menghadapi pemenang antara Brandon Nakashima dan Frances Tiafoe.
Petenis muda Prancis itu mengakui sempat tampil kurang maksimal akibat tekanan laga semifinal dan jeda hujan, tetapi berhasil bangkit setelah memenangi reli-reli panjang di set pertama.
"Saya memulai laga dengan cukup lambat, saya sedikit tegang. Namun saya pikir dari kedudukan 4-3 di set pertama, ketika saya memenangi reli-reli panjang dan rumit itu, momentum berbalik ke arah saya dan saya merasa jauh lebih baik, terutama dengan servis saya. Karena dalam beberapa gim pertama saya tidak melakukan servis dengan baik sama sekali.
Setelah itu, semuanya berjalan jauh lebih baik. Jadi saya sangat senang dengan penampilan saya," kata Fils.
Ia juga menambahkan faktor cuaca yang sempat menunda laga memberikan tantangan tersendiri selama pertandingan berlangsung.
"Itu tidak mudah. Saya turun ke lapangan dan tentu saja itu adalah babak semifinal, jadi Anda sedikit lebih gugup. Namun kemudian hujan turun, Anda harus menunggu dan lalu kembali ke lapangan lagi.
Selain itu, bola dan kondisinya benar-benar berbeda. Semua hal itu membuatnya sedikit sulit dikendalikan. Namun saya cukup senang dengan cara saya mengatasinya," ujar Fils.
Mengenai peluang meraih gelar juara di Cincinnati, Fils menegaskan fokus utamanya adalah membawa pulang trofi sebagai modal berharga menuju turnamen Grand Slam US Open 2026.
"Saya masih harus fokus pada turnamen. Tentu saja berada di peringkat keenam dalam race itu bagus. Saya punya laga final besok.
Saya akan mencoba membawa pulang gelar juara untuk tiba di New York dengan kepercayaan diri tinggi. Dan itu saja. Namun saya masih harus tetap fokus pada final besok," tutur Fils.
Sementara itu dari sektor tunggal putri WTA, persaingan semifinal mempertemukan Jessica Pegula melawan juara bertahan Iga Swiatek, serta Coco Gauff yang berhadapan dengan kejutan non-unggulan Sara Bejlek.
Pegula melangkah ke semifinal usai meraih kemenangan ketat tiga set atas Sorana Cirstea dan Amanda Anisimova. Petenis Amerika Serikat itu menilai Swiatek telah menemukan performa terbaiknya kembali di lapangan keras.
"Saya akan mendeskripsikan diri saya sebagai orang yang cukup strategis dan seseorang yang selalu terbuka untuk belajar dan menjadi lebih baik. Saya pikir saya pemukul bola yang hebat. Saya semakin membaik, bahkan tahun ini saya telah meningkatkan banyak hal. Saya mendeskripsikan diri saya sebagai pemain tenis yang tenang dan seimbang yang telah memberi saya banyak umur panjang dan konsistensi selama beberapa tahun terakhir," kata Pegula.
Ia menambahkan mengenai calon lawannya tersebut sebelum laga semifinal digelar.
"Saya merasa Iga telah kembali ke permainannya sedikit demi sedikit, menemukan pijakan dan basisnya hanya dengan memenangi pertandingan. Kita terbiasa melihatnya menang dengan cukup mudah, tidak ada yang aneh. Saya pikir Iga yang percaya diri selalu menakutkan," ujar Pegula.
Swiatek, yang baru saja menjuarai turnamen di Toronto, mencatatkan keunggulan rekor pertemuan 7-5 atas Pegula. Petenis asal Polandia itu menyadari antisipasi tinggi yang dimiliki Pegula di lapangan.
"Jessie terlihat berbeda dari saya di lapangan, tetapi dia memiliki perasaan yang hebat dan kemampuan luar biasa untuk memprediksi ke mana lawan akan bermain. Jadi bola sangat keras datang dari raketnya dan rumit. Yang pasti, ini bakal menjadi sebuah tantangan," kata Swiatek.
Ia juga menyinggung motivasi lawan saat bermain di kandang sendiri.
"Pemain Amerika juga lebih bersemangat untuk bermain di turnamen Amerika, jadi saya akan siap untuk versi terbaiknya. Kami memainkan banyak pertandingan sengit satu sama lain, dan yang pasti dia juga suka bermain di sini, jadi saya akan siap," tutur Swiatek.
Di partai semifinal tunggal putri lainnya, Coco Gauff diuji oleh Sara Bejlek yang sukses menumbangkan sejumlah petenis unggulan seperti Karolina Pliskova, Aryna Sabalenka, Madison Keys, hingga Barbora Krejcikova.
Gauff menilai keutangan pergerakan Bejlek yang patut diwaspadai di lapangan.
"Sara adalah pemain yang hebat. Saya pernah mendengar tentang dia sebelumnya, tetapi awalnya saya sering menontonnya di Abu Dhabi tahun ini. Dia memenangi gelar itu. Dia pemain yang sangat atletis, cepat, benar-benar membuat Anda harus berjuang untuk setiap poin," kata Gauff.
Di sisi lain, Bejlek mengungkapkan peran penting tim dalam membangun mental bertandingnya selama mengarungi turnamen.
"Saya hanya terus percaya dan tim saya banyak membantu saya hari ini secara mental. Saya hanya mencoba fokus pada diri sendiri, tidak peduli apa yang terjadi di sisi lain lapangan," ujar Bejlek.
Petenis muda asal Ceko tersebut menegaskan keyakinannya terus bertumbuh sejak awal musim.
"Saya pikir itu meningkat selama musim ini. Kami melakukan pembicaraan besar dengan tim saya beberapa minggu lalu dan sejak saat itu saya merasa semuanya berjalan cukup baik. Saya semakin percaya pada diri sendiri," kata Bejlek.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow