Arsenal Kalahkan Girona 4-1 Christos Tzolis Cetak Gol Debut
Penyerang baru Arsenal Christos Tzolis mencetak gol dalam laga debutnya saat Meriam London mengalahkan Girona 4-1 pada pertandingan persahabatan pra-musim di Irlandia pada Sabtu (1/8/2026).
Pemain internasional Yunani berusia 24 tahun itu didatangkan dari Club Brugge dengan nilai transfer 34 juta poundsterling. Tzolis mencetak gol pada menit ke-30 melalui sepakan yang sempat membentur pemain lawan sebelum bersarang di pojok bawah gawang.
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengutarakan kepuasannya terhadap adaptasi cepat yang ditunjukkan sang pemain sayap kiri baru tersebut di dalam tim.
"Saya sangat senang dengannya. Pertama-tama, cara dia beradaptasi dengan klub, dengan tim. Hubungan yang sudah dia ciptakan dengan para pemain. Saya pikir Anda akan menyukai pemain ini," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta juga membeberkan karakteristik permainan Tzolis yang dinilai memiliki kemiripan dengan mantan pemain sayap Arsenal, Leandro Trossard, yang telah resmi pindah ke Besiktas.
"Dia pemain yang sangat langsung. Dia memiliki bola di antara kedua matanya. Saya pikir dia sangat bagus dalam menghubungkan permainan. Dia memiliki banyak kemiripan dengan Leo dalam banyak hal yang bisa dia lakukan dan ruang yang bisa dia tempati," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Pelatih asal Spanyol tersebut turut menyoroti etos kerja dan semangat besar yang dibawa Tzolis untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi.
"Dan kemudian etos kerja yang dia miliki. Dia adalah anak yang datang dengan begitu banyak rasa lapar dan ingin membuktikannya. Ini adalah mimpi baginya dan kami di sini untuk membantunya," tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Selain mencetak gol, Tzolis menjadi yang tercepat dalam tes fisik pra-musim Arsenal untuk lari jarak 1,4 kilometer. Performa tersebut membuatnya mendapat julukan 'Leonidas' dari pelatih fisik klub.
Tzolis menegaskan fokus utamanya saat ini adalah beradaptasi secepat mungkin tanpa memikirkan rumor transfer pemain lain seperti Vinicius Junior.
"Jelas saya percaya diri sebagai pemain, jadi saya tidak berpikir tentang masa depan dan apa yang akan dilakukan klub di posisi ini," kata Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Mantan pemain Norwich City itu menambahkan bahwa kesempatan bermain sejak awal pra-musim menjadi modal penting untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.
"Saya berpikir bagaimana cara meningkatkan diri dan menetap secepat mungkin di klub karena saya memiliki kesempatan untuk berlatih langsung dengan tim dari awal musim, untuk memainkan pertandingan persahabatan dan kemudian menuju pertandingan resmi," ucap Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bersaing dan memberikan pembuktian pada laga-laga berikutnya.
"Jadi ini adalah kesempatan untuk bermain langsung dari awal - dan kemudian terserah saya untuk menunjukkan kualitas dan apa yang bisa saya bawa ke dalam tim. Saya cukup yakin bahwa saya akan menunjukkannya di pertandingan berikutnya," ujar Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Tzolis mengungkapkan instruksi khusus yang diberikan oleh Arteta agar ia tampil lepas sesuai dengan karakter aslinya.
"Dia tidak ingin [saya] melakukan hal-hal secara berbeda dari yang saya lakukan di Club Brugge," tutur Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Ia berjanji akan selalu menampilkan kerja keras dan kerja sama tim demi mendapatkan dukungan penuh dari para pendukung.
"Saya pikir [saya perlu] menjadi diri sendiri dan menunjukkan di lapangan semua semangat dan keinginan untuk menang. Karena saya sangat suka memenangkan pertandingan dan memberikan segalanya," kata Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Pemain bernomor punggung 17 itu menambahkan bahwa memberikan kemampuan maksimal adalah hal paling krusial bagi seorang pesepak bola.
"Jika saya memberikan 100 persen untuk setiap pertandingan, setiap duel, siapa yang tidak menyukai ini? Itu adalah hal terbaik untuk seorang pemain sepak bola dan kemudian Anda selalu mendapatkan dukungan dari para penggemar," ucap Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Tzolis menyadari kesempatan bergabung dengan sang juara bertahan Liga Inggris merupakan peluang besar dalam kariernya.
"Ini adalah kesempatan besar untuk menjadi pemain dari tim tingkat ini karena ini adalah salah satu yang terbaik di dunia ... Itu membuat saya sangat bahagia berada di sini dan juga lebih lapar untuk berkembang," ujar Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Ia percaya kepindahannya ke London Utara merupakan langkah tepat untuk mencapai puncak performanya.
"Saya pikir saya berada di klub yang tepat untuk berkembang dan mencapai tingkat tertinggi. Saya sangat senang memiliki kesempatan ini dan saya ingin memanfaatkannya," kata Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Tzolis mengungkapkan kekagumannya pada legenda sepak bola Spanyol David Villa yang menjadi salah satu acuan gaya bermainnya.
"Gaya tubuhnya mirip dengan saya," tutur Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Meski tidak bertubuh jangkung, ia menilai penyelesaian akhir Villa berada di tingkat tertinggi.
"Kami bukan yang tertinggi sebagai penyerang tetapi dalam hal penyelesaian akhir, dia adalah tingkat teratas," ucap Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Ia menegaskan peran yang dimainkannya lebih cenderung sebagai penyerang sayap yang suka bergerak ke area tengah.
"Saya tidak mengatakan saya berada di tingkat David Villa tetapi kami memiliki beberapa kemiripan. Dia bukan penyerang tengah murni. Dia adalah penyerang dalam - pemain kantong kiri yang selalu mencari gol," kata Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Tzolis menilai pergerakan memotong ke dalam menjadi ciri khas permainan yang sering ia peragakan.
"Saya melihat diri saya seperti ini karena saya tidak selalu menjadi pemain sayap murni. Saya sering masuk ke dalam dan Villa, sebagai pemain sayap/penyerang dalam, berada di tingkat teratas," ujar Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Selain Villa, Tzolis mengagumi mantan bintang Arsenal Alexis Sanchez yang pernah mengenakan nomor punggung 17.
"Tentu saja, saya banyak menonton sepak bola dan dia adalah pemain top untuk Arsenal sebagai pemain sayap kiri," kata Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Ia mengakui Sanchez merupakan salah satu sosok panutannya semasa muda.
"Dia salah satu pemain yang saya idolakan ketika saya lebih muda. Dan saya juga melihat beberapa kemiripan dengannya," tutur Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Namun, ia meluruskan bahwa pemilihan nomor punggung tersebut bukan semata-mata karena faktor sang pemain asal Chile.
"Tapi itu bukan alasan saya mengambil nomor 17. Itu lebih karena tidak banyak pilihan tersisa," ucap Christos Tzolis, Pemain Sayap Arsenal.
Penyerang Arsenal Kai Havertz mengonfirmasi bahwa ia telah mengamati bakat Tzolis sejak tiga tahun lalu saat sang pemain dipinjamkan ke klub Jerman, Fortuna Dusseldorf.
"Ya, sangat berpotensi dan sudah sangat bagus, Anda tahu," kata Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Havertz yang gemar menyaksikan laga Liga Jerman mengaku terkesan dengan penampilan Tzolis kala bertanding di sana.
"Maksud saya, terutama seperti Christos, dia bermain di Jerman. Saya suka menonton sepak bola Jerman, dan saya melihatnya bermain, dan dia sangat bagus di sana," ujar Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Pemain asal Jerman itu menambahkan proses integrasi Tzolis dan kiper baru Illan Meslier berjalan sangat lancar di dalam skuad.
"Anda sudah melihat bahwa mereka berdua adalah orang-orang hebat, dan mereka sangat cocok dengan kelompok kami," tutur Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Para pemain senior Arsenal berupaya menyambut kedatangan para penggawa baru tersebut dengan baik.
"Jelas, kami mencoba membuat mereka merasa disambut," kata Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Ia menilai kehadiran pemain muda berpengalaman memberikan energi positif bagi Arsenal yang bersiap mempertahankan gelar juara.
"Tetapi Anda melihat langsung bahwa sangat mudah untuk masuk ke kelompok pemain ini dan memiliki mereka berdua bersama kami, masih muda, tetapi sudah berpengalaman, dan begitu banyak potensi jelas sangat menyenangkan," ucap Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Havertz mengakui sempat mengalami kekakuan fisik setelah kembali dari jeda kompetisi pasca-tampil di Piala Dunia.
"Saya pikir lebih mudah untuk kembali karena saya merasakannya sendiri. Meskipun saya absen [selama] tiga minggu, untuk kembali dan kemudian menyentuh bola lagi, Anda merasa seperti, 'Ya Tuhan, saya kehilangan segalanya!' di beberapa hari pertama," ujar Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Namun, ia menegaskan sentuhan permainan dapat kembali dengan cepat setelah menjalani beberapa sesi latihan.
"Tapi setelah itu kembali lagi dan saya pikir dalam tiga minggu Anda tidak kehilangan begitu banyak, Anda tahu, tentu saja Anda butuh sedikit peningkatan," tutur Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Ia membandingkan pemulihan kondisi fisik tersebut dengan masa istirahat yang lebih panjang.
"Tetapi ketika Anda libur enam, tujuh minggu, saya pikir itu jauh lebih sulit," kata Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Havertz memastikan seluruh skuad Arsenal terus bekerja keras menjelang bergulirnya musim baru.
"Tapi saya merasa baik. Dan saya pikir juga para pemain yang memiliki istirahat lebih panjang, Anda tahu, mereka berlatih untuk diri mereka sendiri dengan pelatih dan seperti fisioterapis mereka dan hal-hal seperti itu," ucap Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
Ia menutup dengan menegaskan kesiapan tim menghadapi tantangan kompetisi mendatang.
"Jadi saya pikir semua orang cukup baik. Tapi tentu saja, kami masih butuh banyak kerja keras, dan kami memiliki musim besar di depan kami," ujar Kai Havertz, Penyerang Arsenal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow