Andry Hakim Bagikan Strategi Membangun Aset dan Mental Kaya
Investor muda sekaligus founder dan CIO Hakimson.id, Andry Hakim membagikan strategi dan cara berpikir untuk membangun kekayaan aset dalam sesi Money Lab, Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6/2026).
Acara yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Investor Daily tersebut menyoroti pentingnya edukasi dan ketahanan mental dalam menghadapi dinamika dunia investasi serta bisnis, seperti dilansir dari Investor Daily.
"Kalau saya selalu bilang mental orang kaya gitu loh. Jadi, kalau kita mau kaya, kita harus punya mental orang kaya," kata Andry Hakim, Founder dan CIO Hakimson.id.
Pembentukan mentalitas yang tepat tersebut dapat diraih melalui pembelajaran pola pikir orang kaya, tindakan nyata, penguatan edukasi lewat buku atau seminar, hingga perluasan jaringan pertemanan.
"Sebenarnya dengan nonton, baca buku, atau dengan networking juga bisa. Dari networking bisa dapat ilmu-ilmu baru. Jadi mentalnya tepat, terus ilmunya dapat, lama-lama pasti untung," tutur Andry Hakim.
Andry juga menekankan bahwa kemahiran berinvestasi membutuhkan proses yang penuh dengan kesalahan dan kegagalan tanpa sikap yang mudah menyerah, karena pencapaian tujuan memerlukan kerja keras dan pengorbanan.
Ketahanan mental ini juga berlaku dalam pengelolaan bisnis dan saham, termasuk kesiapan untuk mengambil keputusan cut loss apabila aset yang dimiliki sudah tidak memiliki prospek untuk pulih kembali.
"Restoran saya pernah buka, rame, tutup. Kafe juga pernah gitu. Bisnis-bisnis impor, dulu saya impor barang dari China macam-macam ya," ujar Andry Hakim.
Pengalaman fluktuasi pasar dialami langsung oleh Andry yang mulai menanam modal di instrumen saham sejak tahun 2018 dengan modal awal sebesar Rp 1 miliar, namun nilainya menyusut hingga 50 persen menjadi Rp 500 juta akibat kejatuhan pasar saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
"Pasti market ada saatnya jelek, kita pasti rugi. Tetap harus dijalanin, dipikirin. Kalau uang saya Rp 1 miliar, rugi 50% jadi Rp 500 juta, harus dipikirin masuk saham mana yang keuntungannya bisa 100% biar balik kerugiannya. Seperti itu," pungkas Andry Hakim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow