Ancora Indonesia Resources RAUP Laba US$ 1,06 Juta pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengantongi laba periode berjalan sebesar US$ 1,06 juta pada semester I-2026, seperti dilansir dari Investor Daily. Capaian positif tersebut ditopang oleh tingginya permintaan pada unit bisnis utama yang menyediakan bahan kimia serta bahan peledak industri pertambangan. Dalam laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit hingga 30 Juni 2026, perseroan berhasil meraih total pendapatan konsolidasian mencapai US$ 76,33 juta.

Sektor bahan kimia dan peledak pertambangan menyumbang porsi terbesar hingga 95 persen terhadap pendapatan, sementara segmen solusi peledakan melonjak 11 persen secara tahunan.

Perusahaan turut membukukan EBITDA senilai US$ 10,51 juta serta laba bruto US$ 18,94 juta, dengan marjin laba kotor mencapai level 25 persen. Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk Ratno "Ale" Paskalis Hendrawan menilai raihan ini membuktikan daya tahan bisnis inti perseroan di pasar pertambangan.

"Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar US$ 76,33 juta pada semester pertama 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal," ujar Ale dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026). Ale menambahkan bahwa laba kotor dan EBITDA perusahaan masing-masing tumbuh 40 persen dan 96 persen bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat. Secara keseluruhan, Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," katanya. Dari aspek neraca, total aset OKAS tercatat senilai US$ 157,63 juta dan jumlah ekuitas berada pada angka US$ 56,84 juta per 30 Juni 2026. Kewajiban utang jangka pendek dan panjang perseroan berada di posisi US$ 40,07 juta, dipadu dengan ketersediaan kas sebesar US$ 7,52 juta.

Kondisi likuiditas perusahaan tetap terjaga sehat yang ditunjukkan lewat indikator rasio net gearing sebesar 0,57 kali serta current ratio sebesar 1,29 kali.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, manajemen memproyeksikan peningkatan kegiatan operasional tambang seiring dengan proses revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Kondisi ini diperkirakan bakal mengerek tingkat konsumsi dan permintaan atas produk bahan peledak maupun penawaran jasa peledakan di lapangan. Peluang perluasan pasar juga datang dari proyek anyar serta rencana ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak ke kawasan Asia Pasifik yang kian membaik.

Langkah diversifikasi konsumen mulai dijalankan ke luar sektor pertambangan, salah satunya dengan membidik peluang penyediaan pasokan untuk industri pertanian.

Guna memperkuat integrasi rantai pasok, pembangunan fasilitas pabrik booster di Handil, Kalimantan Timur terus dipacu agar bisa beroperasi pada tahun 2027.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow