Ancaman Kabut Asap Indonesia Bayangi Gelaran F1 Singapura 2026

Smallest Font
Largest Font

Potensi ancaman kabut asap imbas kebakaran hutan di Indonesia kembali membayangi persiapan ajang F1 Singapura 2026, seperti dilansir dari Detik Oto. Fenomena serupa sebelumnya pernah mengganggu jalannya agenda balapan internasional tersebut pada tujuh tahun silam.

Badan Meteorologi Singapura mengeluarkan peringatan dini terkait risiko kabut asap jika titik kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan terus meluas. Prediksi cuaca menunjukkan kondisi kering masih berpotensi berlangsung selama beberapa hari mendatang.

Pengukuran Kualitas Udara melalui Indeks Standar Polutan (PSI) di Singapura saat ini berada di kategori moderat, yakni pada rentang 51-100. Kategori tidak sehat ditetapkan apabila PSI melampaui angka 101, sangat tidak sehat di atas 200, dan berbahaya jika menembus angka 300.

Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap jalannya acara, Singapore GP telah memasukkan risiko cuaca ini ke dalam skenario penanganan darurat. Pihak penyelenggara terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

"Rencana tersebut dirumuskan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan serta lembaga pemerintah. Jika kabut asap menimbulkan masalah visibilitas, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama," kata juru bicara Singapore GP, dikutip dari CNA, Jumat (21/8).

Langkah pencegahan juga melibatkan Haze Task Force bentukan Pemerintah Singapura yang mengintegrasikan 28 lembaga. Satuan tugas ini bertugas mengimplementasikan tindakan terukur berdasarkan level indikator PSI serta konsentrasi PM2.5.

Fasilitas medis dan pembagian masker N95 disiapkannya di kawasan sirkuit jika kondisi udara memburuk. Informasi terkini terkait perkembangan kualitas udara dipastikan bakal disalurkan secara berkala kepada penonton, kru, pembalap, hingga staf operasional.

Selain arena balap F1, para penyelenggara agenda luar ruangan di Singapura turut mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara. Skenario penyesuaian mencakup pemindahan lokasi, perubahan format acara, hingga pembatalan jika situasi dinilai tidak aman.

Pada kejadian tujuh tahun lalu, ajang balapan tetap dihadiri sekitar 268.000 penonton meski kualitas udara sempat menurun ke tingkat tidak sehat. Rangkaian F1 Singapura 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Marina Bay pada Oktober mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed