Alexandra Eala Sabet Gelar WTA Pertama di DC Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis asal Filipina, Alexandra Eala, mengukir sejarah sebagai pemain pertama dari negaranya yang meraih gelar juara WTA Tour usai mengalahkan wakil tuan rumah Jessica Pegula di final DC Open pada Senin.

Eala bangkit dari ketertinggalan satu set untuk membungkus kemenangan atas Pegula lewat skor 4-6, 6-4, 6-0. Hasil manis ini mengantarkan petenis berusia 21 tahun tersebut menembus peringkat 20 besar dunia yang menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya.

Pertandingan final tersebut sempat ditunda akibat hujan deras pada Minggu saat Pegula memimpin 6-4, 1-2. Ketika laga dilanjutkan pada Senin sore, Eala tampil dominan dengan merebut delapan gim terakhir secara beruntun.

Kemenangan Eala menorehkan catatan mengagumkan sepanjang turnamen karena ia berhasil menumbangkan tiga unggulan teratas. Sebelum menaklukkan Pegula yang menjadi unggulan pertama di final, Eala menundukkan unggulan ketiga Naomi Osaka di semifinal dan unggulan kedua Elina Svitolina di perempat final. Peringkat 28 dunia itu juga menyingkirkan Leylah Fernandez dan Qinwen Zheng di babak sebelumnya.

Laga ini merupakan final tingkat WTA Tour kedua bagi Eala setelah sebelumnya pernah mencapai babak puncak di Eastbourne pada 2025. Dukungan luar biasa dari para penggemar Filipina yang membawa bendera nasional turut memenuhi tribun penonton selama pertandingan berlangsung.

Penyelenggara turnamen mencatat bahwa sebagian besar permintaan tiket beberapa pekan sebelum acara berfokus pada kehadiran Eala. Penampilan apiknya memicu apresiasi tinggi dari para penonton maupun pihak lawan.

"Kepada semua pendukung saya, khususnya komunitas Filipina, di sini di DC dan di kampung halaman serta di mana pun kalian berada di dunia, saya merasakan semua cintanya," kata Eala.

Eala mengaku menerima banyak pesan dari keluarga dan rekan-rekannya di seluruh dunia menjelang pertandingan final tersebut. Dukungan itu memberinya kepercayaan diri tinggi saat mengamankan gelar bersejarahnya.

"Jadi berdiri di sini di tengah semua cinta ini, kesempatan pertama saya untuk meraih gelar dengan mengetahui bahwa ini bukan yang terakhir, dan telah mencapai rekor serta tonggak sejarah ini untuk karier saya, saya tahu bahwa apa pun yang terjadi setelah pertandingan ini, itu sudah menjadi kemenangan bagi saya," ujar Eala.

Pegula, yang mengalahkan Diana Shnaider, Anna Kalinskaya, dan Magdalena Frech menuju babak final, turut memberikan selamat kepada lawannya usai penyerahan piala.

"Kamu adalah pemain yang luar biasa," kata Pegula.

Pegula juga mengagumi perkembangan Eala serta basis pendukung setia yang selalu mengikutinya ke mana pun.

"Hanya untuk melihat seberapa jauh kamu berkembang selama beberapa tahun terakhir saat pertama kali kita bertanding, untuk melihat penggemar luar biasa yang mengikuti kamu ke mana pun kamu pergi. Tidak menyenangkan bermain melawannya, tetapi saya sangat menghargai atmosfer yang sangat menyenangkan ini. Saya menghargainya.

Saya pikir ini luar biasa, jadi selamat. Yang terbaik untuk kamu, tim kamu, dan pelatih kamu," kata Pegula.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed