Aktivitas Sesar Aktif Pemicu Gempa Pangandaran Dirasakan Hingga Sukabumi

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas sesar aktif memicu gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 di laut berjarak 87 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan gempa dangkal berkedalaman 14 kilometer tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser naik dan tidak berpotensi memicu tsunami.

Dampak guncangan dirasakan di berbagai wilayah Jawa Barat dengan skala intensitas bervariasi. Di Kabupaten Bandung, meliputi Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk, getaran berada pada skala III MMI. Wilayah Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey merasakannya pada skala II–III MMI, sedangkan Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu pada skala II MMI.

Getaran tersebut membuat warga Kelurahan Warudoyong, Kota Sukabumi, terkejut dan sempat berhamburan keluar rumah untuk memastikan keselamatan.

"Awalnya saya kira ada kendaraan besar lewat, tapi ternyata getaran terasa berulang dan cukup kuat. Kursi dan pintu rumah sempat bergetar," kata Aditya, warga Kelurahan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Guncangan yang berlangsung selama beberapa detik itu membuat dirinya beserta keluarga memutuskan bertahan di luar bangunan sementara waktu demi mengantisipasi bahaya.

"Kami memilih keluar sebentar untuk memastikan kondisi aman. Setelah itu baru masuk lagi karena tidak ada tanda-tanda kerusakan," ujar Aditya.

Pengalaman tersebut menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan serta saling mengingatkan agar tidak panik saat terjadi bencana.

"Alhamdulillah tidak ada kerusakan di lingkungan kami. Tapi gempa ini jadi pengingat bahwa kita harus siap siaga," kata Aditya.

Pihak BMKG terus memantau perkembangan pascagejolak tektonik tersebut untuk mengantisipasi potensi aktivitas susulan di wilayah pesisir selatan Jawa.

"Gempa terjadi pada kedalaman 14 kilometer," kata Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Monitoring BMKG hingga pukul 22.30 WIB mencatat satu kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo 2,2.

"Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,2," jelas Wijayanto.

Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bersumber dari pihak berwenang dan memeriksa ketahanan bangunan rumah masing-masing.

"Masyarakat diimbau memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gempa hanya melalui kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi, maupun media sosial yang telah terverifikasi," kata Wijayanto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed