AC Milan Tundukkan Torino 2-1 pada Laga Perdana Serie A
AC Milan mengamankan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Torino pada laga pekan pertama Serie A 2026-2027 di Stadion Olimpico Grande Torino, Minggu (23/8/2026). Skuad asuhan Ruben Amorim berbalik unggul lewat dua gol cepat di babak kedua.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, AC Milan memecah kebuntuan pada menit ke-64 melalui aksi Alphadjo Cisse yang mengonversi umpan Adrien Rabiot. Tiga menit berselang, Rabiot menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-67, sebelum Torino menipiskan jarak lewat Che Adams pada masa perpanjangan waktu (90+3').
Kemenangan Rossoneri tidak lepas dari instruksi taktik Ruben Amorim saat jeda antarbabak untuk menginstruksikan para pemainnya bermain lebih agresif di area pertahanan lawan.
"Pada babak pertama, kekhawatiran para pemain saya adalah mengontrol pertandingan, jangan sampai kalah, jangan sampai kehilangan kendali saat transisi, tetapi kami kurang agresif di sepertiga akhir," ujar Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Saran taktis di ruang ganti tersebut berhasil memicu tempo permainan yang lebih tinggi dari para pemain Milan sejak awal babak kedua.
"Kami membicarakan hal itu di ruang ganti, mereka memahami bahwa bukan seperti itu cara memenangkan pertandingan," tutur Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Amorim menegaskan bahwa hasil imbang bukan target yang dikejar oleh timnya dalam laga tandang ini.
"Ini bukan soal bermain imbang, bukan soal menunggu pertandingan, kami perlu melakukan itu untuk memenangkan pertandingan," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Peningkatan intensitas pada 20 menit pertama babak kedua menjadi kunci penentu tambahan tiga poin bagi skuad Rossoneri.
"Kami memberikan lebih banyak tempo pada 20 menit pertama babak kedua, karena sekali lagi saya pikir kami kekurangan kekuatan fisik pada saat ini," ucap Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Performa apik Alphadjo Cisse yang melakoni debutnya di Serie A mendapat pujian khusus dari sang manajer usai laga.
"Bukan hanya golnya, tetapi juga kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang pertandingan," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Keberanian Cisse dalam mengalirkan bola ke depan dinilai melampaui usianya yang baru menginjak 19 tahun.
"Pada babak pertama, dia bermain seperti pemain paling berpengalaman di tim kami, melalui caranya membawa permainan ke depan," ujar Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Meskipun mampu mendominasi penguasaan bola hingga 51 persen, Amorim mengakui stamina timnya mengendur di sisa pertandingan.
"Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama, kemudian tim yang berbeda pada akhirnya, kami kesulitan secara fisik. Untuk melakukan pressing seperti yang kami inginkan selama 90 menit, kami membutuhkan lebih banyak pertandingan pramusim," ujar Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Pelatih asal Portugal itu menekankan bahwa hasil akhir meraih tiga poin adalah prioritas terpenting bagi perjalanan tim.
"Hal yang paling penting adalah menang. Kami berbicara tentang cara bermain, tetapi ada satu tujuan dalam sepak bola, yaitu menang," ucap Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Implementasi hasil latihan di pramusim sudah mulai terlihat walau dalam situasi laga bertekanan tinggi.
"Itu belum cukup, tidak boleh cukup bagi Milan, tetapi kami menunjukkan sebagian dari apa yang kami kerjakan dalam latihan dan pramusim, bahkan dalam situasi penuh tekanan, dan itu adalah perasaan yang baik," ucap Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Sejumlah catatan evaluasi juga disiapkan Amorim guna membenahi area kotak penalti tim di laga-laga berikutnya.
"Kami perlu berkembang dalam hal menyerang kotak penalti, cara bertahan di kotak penalti sendiri, cara menderita saat menguasai bola, jadi saya senang hari ini karena kami menang, dan kekhawatirannya akan kami pikirkan besok," kata Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Sebelum pertandingan digelar, Amorim sempat melayangkan pujian khusus terhadap potensi besar yang dimiliki Cisse.
"Saya menyukai Cissse, saya menyukai Cisse," ujar Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
Pemain muda kelahiran Treviso tersebut mengaku sangat bahagia dapat menandai debut resminya dengan sebuah gol berharga.
"Ini adalah emosi yang luar biasa bagi saya. Mungkin bahkan dalam mimpi sekalipun saya tidak akan membayangkan bisa melakukan debut bersama Milan dan mencetak gol," ujar Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Fokus Cisse kini langsung tertuju pada alokasi laga kandang yang dijadwalkan bergulir akhir pekan ini.
"Saya senang, tetapi sekarang kami memikirkan pertandingan Jumat," kata Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Ungkapan senada disampaikan sang pemain saat diwawancarai oleh DAZN mengenai gol perdananya di kasta teratas Liga Italia.
"Ini adalah emosi yang unik bagi saya. Mungkin bahkan dalam mimpi pun saya tidak membayangkan bisa debut bersama Milan dan mencetak gol. Saya senang, tetapi sekarang kami memikirkan hari Jumat," kata Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Gelandang berusia 19 tahun itu menceritakan respons rekan-rekannya terkait pujian sang pelatih di sesi jumpa pers.
"Saya tentu senang mendengarnya. Tetapi saya tidak menyaksikan konferensi persnya, teman-teman saya yang memberi tahu saya," tutur Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Proses pemulihan cedera dijalani Cisse dengan tetap memantau taktik pelatih dari pinggir lapangan.
"Saya sangat percaya. Pada awalnya saya harus menepi untuk beberapa waktu, tetapi saya selalu menyaksikan setiap sesi latihan untuk mengenal pelatih," tutur Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Pemahaman taktik yang didapat selama masa pemulihan mempermudah adaptasinya saat kembali berlatih di lapangan.
"Jadi, ketika saya kembali, semuanya menjadi jauh lebih mudah," tutur Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Kerja keras selama pemulihan cedera dibayar tuntas lewat kepercayaan tampil sebagai starter pada laga pembuka.
"Saya sangat yakin. Pada awalnya saya sempat menepi untuk beberapa saat, saya selalu menyaksikan setiap sesi latihan untuk mengenal pelatih. Jadi ketika saya kembali, semuanya menjadi jauh lebih mudah," kata Alphadjo Cisse, Gelandang AC Milan.
Kemenangan ini membawa AC Milan mengamankan tiga poin pertama di klasemen Serie A sebelum menjamu Venezia di San Siro pada 28 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow