KBRN, Cirebon: Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momentum perenungan terkait hak-hak dasar, hingga kesejahteraan buruh. Hal tersebut dijelasakan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat kepada RRI Rabu, (1/5/2024).

Ia mengatakan pada tahun 2024 Indonesia memiliki presiden terpilih, sehingga pada momentum May Day para buruh dapat memberikan rekomendasi terkait arah kebijakan ketenagakerjaan lima tahun kedepan. Hal tersebut dapat menjadi refleksi bagi pemimpin terpilih agar memberikan serangkaian perubahan kedepannya.

“Pada peringatan May Day Tahun 2024 harusnya dimaknai adannya perubahan sudut pandang melihat tenaga kerja Indonesia, karena adannya Presiden terpilih yang mungkin kaum buruh dapat memberikan rekomendasi bagaimana kebijakan lima tahun kedepan,” katanya

Ia mengatakan salah satu tantangan bagi para buruh dan pengusaha saat ini adalah kondisi konflik global. Hal tersebut dapat memicu melemahnya nilai tukar rupiah, yang berpengaruh pada perekonomian.

Dalam mengatasi hal tersebut perlu dilakukan diskusi bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan para buruh agar terciptannya langkah antisipasi sehingga perekonomian tetap stabil.

Sumber: rri.co.id