Yen Melonjak Tajam Terhadap Dolar AS Diduga Imbas Intervensi Jepang
Nilai tukar yen Jepang mengalami penguatan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7). Lonjakan ini mencatatkan rekor kenaikan harian terbesar sejak tahun 2022.
Para analis menduga lonjakan tersebut terjadi akibat intervensi resmi pemerintah Jepang. Langkah ini diambil guna menopang yen yang sebelumnya tertekan hingga menyentuh level terendah dalam empat dekade terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Divisi Valuta Asing Kementerian Keuangan Jepang (Ministry of Finance atau MOF) memegang kendali atas tindakan intervensi pasar. Namun, pihak MOF belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan mata uang tersebut.
Pergerakan yen yang sangat masif beserta laporan volume perdagangan dari beberapa bank yang berada jauh di atas tingkat normal semakin menguatkan dugaan intervensi ini.
Berdasarkan data pasar, dolar AS sempat merosot hingga 3% ke posisi 158,34 yen. Nilai ini anjlok drastis dari level tertingginya dalam 40 tahun yang mendekati 164 yen pada awal pekan.
Kondisi ini menempatkan dolar AS pada kejatuhan harian terbesar sejak akhir 2022. Pada saat yang sama, Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat, sedangkan The Fed baru saja memutuskan untuk menahan suku bunganya pada Rabu.
Keputusan bank sentral AS menahan suku bunga justru memicu tekanan bagi dolar AS. Para pelaku pasar meragukan keseriusan kepemimpinan baru The Fed dalam menekan laju inflasi.
Kepala Strategis Valas di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, Daisaku Ueno menilai pergerakan tajam tersebut tidak mungkin berjalan alami tanpa bantuan pemerintah.
"Jika itu memang benar merupakan intervensi, banyak pelaku pasar menduga hal itu terjadi setelah pertemuan FOMC dan Bank of Japan, sehingga mungkin ada niat untuk mengejutkan pasar," ujar Ueno dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).
Pemerintah Jepang telah memberi sinyal akan bertindak selama berbulan-bulan. Pelemahan mata uang memicu lonjakan biaya hidup akibat membengkaknya harga impor energi.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan berencana menyasar posisi spekulatif yen. Strategi ini dinilai berbeda dari pola diplomasi verbal (jawboning) terukur yang biasanya mendahului aksi intervensi di masa lalu.
Suku bunga Jepang yang rendah turut membuat yen diperdagangkan mendekati rekor terendah selama bertahun-tahun. Kekhawatiran juga muncul terkait keinginan Perdana Menteri Sanae Takaichi menekan biaya pinjaman demi mendanai kenaikan belanja negara.
Pemerintahan Takaichi mengakui bahwa pelemahan nilai tukar yen secara berturut-turut telah mulai merugikan perekonomian domestik melalui tingginya biaya impor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow