— World Gold Council (WGC) mencatat kembali aksi jual cadangan emas oleh beberapa bank sentral, meski tren pembelian masih berlangsung di kalangan institusi serupa.

Dalam laporan terbaru, Kepala Riset Senior APAC WGC, Marissa Salim, menyampaikan rincian penjualan dan pembelian yang terjadi pada periode terakhir.

Marissa menyebutkan bahwa Bank Sentral Rusia melanjutkan penjualan bersih cadangan emasnya pada Mei 2026 dengan melikuidasi 6 ton emas.

“Sepanjang tahun ini, Rusia telah menjual 34 ton emas. Menurunkan total kepemilikan emasnya menjadi 2.292 ton,” tulis Marissa Salim dalam laporan WGC.

WGC juga mencatat tindakan penjualan oleh Bank Sentral Republik Turki. Pada bulan yang sama, Turki melepas 3 ton emas, sehingga total penjualannya mencapai 81 ton.

Strategi Diversifikasi Dan Alokasi Baru

Selain aksi jual, WGC melaporkan perkembangan lain di kalangan bank sentral, yaitu rencana alokasi Korea Selatan. Bank of Korea dikabarkan telah menyelesaikan persiapan untuk berinvestasi pada ETF berbasis emas di luar negeri sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset mata uang asing.

WGC mencatat bahwa aksi beli juga signifikan. “Berdasarkan data terbaru yang dilaporkan, cadangan emas resmi bank sentral meningkat bersih sebesar 41 ton selama bulan tersebut, dengan pembelian sekali lagi terkonsentrasi di antara kelompok pembeli yang sudah dikenal,” ujar Marissa Salim.

Pembeli Utama

Dalam distribusi pembelian, Polandia tercatat sebagai pembeli terbanyak dengan akuisisi sebesar 18 ton, diikuti oleh Tiongkok yang membeli 10 ton.

Singapura kembali melaporkan pembelian bersih sebesar 4 ton—merupakan pembelian bersih bulanan pertamanya sejak September 2025, menurut catatan WGC.

Data WGC menunjukkan dinamika cadangan emas global yang mencerminkan perbedaan strategi antarbank sentral: sebagian memilih likuidasi, sementara yang lain menambah kepemilikan melalui pembelian langsung maupun instrumen seperti ETF.