WGC Catat Penurunan Harga Emas Dunia Memengaruhi Permintaan di China
World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa penurunan harga emas global memengaruhi laju permintaan logam mulia di China selaku negara konsumen terbesar di dunia pada paruh pertama tahun 2026, seperti dilansir dari Investor Daily.
"(Emas) mengalami perjalanan naik turun selama paruh pertama tahun ini, dengan adanya berbagai risiko mulai dari perubahan posisi investor, dan biaya peluang menjelaskan sebagian besar variabilitasnya," kata kepala riset untuk China di WGC, Ray Jia.
Nilai investasi emas internasional dalam mata uang dolar AS mengalami kemerosotan sebesar 8 persen sepanjang semester pertama, sementara harga lokal dalam mata uang Ringgit merosot hingga 10 persen akibat penguatan nilai tukar mata uang China terhadap dolar AS.
"Harga emas internasional dalam USD turun 8% pada semester pertama sementara harga emas dalam Ringgit anjlok 10%. Penguatan mata uang China terhadap dolar AS memperkuat pelemahan harga emas lokal," beber Ray Jia.
Di sisi lain, aktivitas penarikan komoditas dari Shanghai Gold Exchange (SGE) pada bulan Juni menunjukkan pemulihan dengan lonjakan sebesar 36 persen secara bulanan (m/m) hingga menyentuh angka 87 ton.
"Penarikan emas dari Shanghai Gold Echange (SGE) pulih pada bulan Juni, naik 36% m/m menjadi 87 ton. Pemulihan bulanan terutama didorong oleh pengisian kembali stok secara oportunistik di seluruh rantai pasokan seiring dengan penurunan harga emas," ungkap Ray Jia.
Sektor investasi ritel domestik untuk produk emas batangan dan koin terpantau tetap stabil karena para pelaku memanfaatkan momentum penurunan harga untuk melakukan pembelian secara masif.
"Investasi emas batangan dan koin yang masih sehat juga membantu, karena investor ritel membeli saat harga turun," tambah Ray Jia.
Meski terjadi pemulihan bulanan, total penarikan emas dari SGE oleh pelaku pasar sepanjang semester pertama hanya mencapai 598 ton, atau mencatat penurunan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Like yang telah disebutkan sebelumnya, meskipun permintaan emas batangan tetap kuat, melemahnya konsumsi emas perhiasan secara berkelanjutan membuat produsen dan pengecer berhati-hati dalam mengisi kembali stok, sehingga membebani permintaan emas grosir secara keseluruhan," jelas Ray Jia.
Sementara itu, People's Bank of China (PBOC) memanfaatkan situasi fluktuasi harga ini dengan merealisasikan pembelian sebesar 15 ton emas pada bulan Juni, yang menjadi aksi korporasi terbesar sejak Oktober 2023.
"Kepemilikan emas resmi di China kini telah meningkat selama 20 bulan berturut-turut, rentetan kenaikan terpanjang yang pernah tercatat," tulis Ray Jia.
Langkah ekspansi cadangan oleh bank sentral China sepanjang paruh pertama tahun ini berhasil mengakumulasi total kepemilikan emas resmi sebesar 40 ton meskipun kondisi pasar sedang bergerak fluktuatif.
"Penambahan yang cukup besar pada bulan Juni meningkatkan total cadangan emas China menjadi 2.346 ton, 8% dari total aset valuta asing resmi," ungkap Ray Jia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow