Topan Bavi Mengancam China Setelah Picu Korban Jiwa di Filipina

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pemerintah China mengevakuasi lebih dari 1,8 juta warga menjelang kedatangan Topan Bavi yang bergerak menuju kota besar Wenzhou di Provinsi Zhejiang, wilayah timur negara tersebut. Langkah antisipasi ini diambil karena topan masih dinilai berbahaya dengan membawa volume uap air sangat besar dalam formasi hujannya.

Seperti dikutip dari Investor Daily, Topan Bavi sebelumnya melintas di sebelah utara Taiwan dan membawa hujan lebat serta angin kencang ke gugusan Kepulauan Sakishima di selatan Jepang. Berdasarkan informasi dari Pusat Meteorologi Nasional (National Meteorological Center), kecepatan angin maksimum berkelanjutan topan ini mencapai sekitar 144 kilometer per jam.

Pusat topan terpantau berada sekitar 200 kilometer di tenggara Wenling, Provinsi Zhejiang. Pusaran badai tersebut diperkirakan akan mencapai daratan di sekitar Wenzhou yang berpenduduk sekitar 10 juta orang pada Minggu dini hari.

Media pemerintah China melaporkan bahwa lebih dari 1,7 juta warga telah dipindahkan di seluruh Provinsi Zhejiang. Selain itu, otoritas setempat juga mengevakuasi lebih dari 100.000 orang dari wilayah rawan di Provinsi Fujian yang bertetangga.

Kondisi ini membuat warga Wenzhou mulai menyiapkan kebutuhan dasar, sementara sejumlah pasar tradisional ditutup sebagai langkah pencegahan.

"Saya sedikit khawatir, tetapi saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Kami sudah pernah melewati topan sebelumnya dan kali ini juga akan bisa menghadapinya," kata salah warga Wenzhou, Huang Xinghuan (50 tahun), saat membeli bahan makanan sebelum pasar ditutup.

Huang menambahkan bahwa keluarganya telah menyiapkan persediaan air untuk dua hingga tiga hari. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik atau menimbun kebutuhan secara berlebihan karena pasokan barang masih terjamin.

Di samping itu, warga Wenzhou bergotong-royong membantu anggota keluarga lanjut usia dalam mempersiapkan diri. Salah seorang warga berusia 60 tahun, Chen Qiuqin, mendatangi rumah orang tuanya untuk mengamankan lingkungan sekitar.

"Saya khawatir dengan pot bunga di balkon rumah ibu. Kedua orang tua saya sudah lanjut usia dan tinggal sendiri, jadi saya merasa tidak tenang," ujarnya.

Dampak Kerusakan di Taiwan dan Filipina

Meskipun Jepang dan Taiwan belum melaporkan korban meninggal akibat Topan Bavi, hujan lebat yang dipicu penguatan angin muson barat daya telah menewaskan 17 orang di Filipina.

Sementara itu di Taiwan, sedikitnya 87 orang dilaporkan terluka. Mayoritas korban mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari sepeda motor, tersungkur karena embusan angin kencang, atau tertimpa benda jatuh.

Pemerintah Taiwan juga telah mengevakuasi lebih dari 14.000 orang, terutama dari kawasan pegunungan di wilayah utara dan timur, sebagai tindakan pencegahan. Langkah darurat tetap diberlakukan karena beberapa wilayah diperkirakan menerima curah hujan hingga hampir satu meter.

Dampak cuaca buruk ini memaksa pembatalan 920 penerbangan internasional, yang praktis menghentikan aktivitas di Bandara Internasional Taoyuan. Seluruh 282 penerbangan domestik juga ikut dibatalkan.

Hampir seluruh kota di Taiwan menetapkan hari libur topan yang membuat kantor serta sekolah ditutup. Layanan kereta cepat utama tetap beroperasi namun dengan frekuensi perjalanan yang dikurangi.

Di pusat kota Taipei, embusan angin dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam di kawasan Beitou menumbangkan sejumlah pohon dan menyebabkan permukaan sungai meningkat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed