Tim SAR Temukan Korban Kedua Kapal Tenggelam Meranti

Smallest Font
Largest Font

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Ibl (25), korban terakhir dari musibah karamnya kapal pompong di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut bermula ketika perahu kayu bermesin yang mengangkut empat pemanen sagu berlayar dari Kampung Balak menuju Sungai Metas pada Minggu (3/8/2026) pukul 08.00 WIB, sebelum mengalami kendala teknis dan tenggelam sekitar pukul 10.00 WIB.

Dua penumpang perahu berinisial Iv (30) dan B (30) berhasil selamat setelah berenang menuju tepi pantai, sementara dua penumpang lainnya tersapu arus perairan.

Pencarian oleh petugas Basarnas, Kepolisian Perairan, TNI, dan nelayan setempat dilakukan berhari-hari hingga akhirnya menemukan korban pertama, Am (50), dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) pukul 12.25 WIB setelah perluasan area pencarian hingga 7 mil laut persegi.

Operasi pencarian berlanjut hingga hari Kamis setelah jenazah Am diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Teluk Belitung, sampai akhirnya lokasi keberadaan Ibl ditemukan tidak jauh dari titik awal perahu karam.

Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra mewakili Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengonfirmasi perkembangan penanganan insiden tersebut.

"Memasuki hari ketiga, area penyisiran kami perluas menjadi 7 mil laut persegi. Setelah satu korban dievakuasi siang tadi, fokus tim saat ini adalah menemukan satu korban lagi yang masih hilang," ujar Prima Harrie Saputra pada Rabu.

Penyisiran intensif sempat terhenti sementara pada Rabu sore akibat jarak pandang di laut yang terbatas sebelum dilanjutkan kembali pada Kamis pagi.

"Berdasarkan informasi yang diterima dari Kanit Polair Meranti, kapal pompong berangkat dari Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Metas untuk mengambil dan menebang pohon sagu. Kapal membawa empat orang penumpang. Saat berada di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam," kata Prima Harrie Saputra.

Tim SAR menyisir wilayah tersebut sejak menerima laporan awal pada Minggu sore hingga seluruh korban ditemukan.

"Operasi SAR dimulai pada Minggu sore (3/8/2026) dengan mengerahkan tujuh personel Unit Siaga SAR Meranti menuju lokasi kejadian. Tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun belum menemukan korban," ujar Prima Harrie Saputra.

Pencarian dilanjutkan pada hari-hari berikutnya meski menghadapi tantangan cuaca dan perairan.

"Keberhasilan operasi merupakan hasil sinergi seluruh unsur meskipun dihadapkan pada kondisi arus dan gelombang yang cukup menantang. Kita berbela sungkawa kepada pihak keluarga korban semoga diberi ketabahan," kata Prima Harrie Saputra.

Dengan ditemukannya jenazah Ibl dan penyerahannya kepada keluarga di Desa Kampung Balak, seluruh rangkaian operasi penyelematan resmi diusulkan tutup dan personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed