Tensi Politik dan Sejarah Warnai Semifinal Piala Dunia 2026
Ketegangan sejarah dan perebutan kedaulatan kembali membayangi laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina yang dijadwalkan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7). Pertemuan kedua tim nasional ini tidak hanya menjadi perebutan tiket final, melainkan juga membangkitkan memori kolektif konflik bersenjata dan sengketa wilayah Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas yang terjadi pada tahun 1982. Akar persaingan panas kedua negara di lapangan hijau sebenarnya sudah bermula sejak perempat final Piala Dunia 1966 di Inggris, ketika kapten Argentina Antonio Rattin diusir wasit Jerman Barat karena dianggap melakukan kekerasan verbal yang tidak dipahami sang wasit.
Insiden tersebut berbuntut panjang setelah manajer Inggris, Alf Ramsey, melarang pemainnya bertukar kaus dan menyebut tim Argentina sebagai binatang, yang kemudian memicu kemarahan publik Amerika Latin hingga melabeli laga itu sebagai Pencurian Abad Ini.
Hubungan diplomatik kedua negara semakin memburuk secara nyata di dunia riil ketika junta militer Argentina menginvasi Kepulauan Falkland pada 2 April 1982, yang langsung direspons militer oleh Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher. Berdasarkan data dari Imperial War Museums (IWM), perang selama 74 hari tersebut menewaskan sekitar 649 tentara Argentina, 255 personel militer Inggris, dan 3 warga sipil sebelum Argentina akhirnya menyerah tanpa syarat pada 14 Juni 1982.
Sengketa wilayah ini masih terus berlanjut hingga kini karena Argentina mengklaim kedekatan geografis serta warisan kolonial Spanyol, sementara Inggris berpegang pada administrasi sejak 1833 dan hasil referendum 2013 yang menunjukkan 99,8 persen penduduk memilih tetap bersama Inggris. Perseteruan politik ini kemudian merembet ke ranah olahraga pada perempat final Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona, yang mencetak gol tangan tuhan dan gol solo terbaik sepanjang masa.
Ketegangan serupa juga sempat meledak pada Piala Dunia 1998 di Prancis saat David Beckham menerima kartu merah setelah terpancing provokasi gelandang Argentina, Diego Simeone. Menjelang laga di Atlanta, gesekan kembali menguat setelah beredarnya video ruang ganti para pemain Argentina yang menyanyikan yel-yel ejekan terkait kekalahan perang masa lalu Inggris serta klaim atas Malvinas. Selain faktor sejarah, wilayah Kepulauan Falkland juga menyimpan potensi ekonomi luar biasa karena menurut laporan British Geological Survey (BGS), kawasan perairan tersebut kaya akan cadangan minyak dan gas alam yang diperkirakan mencapai miliaran barel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow