ATSI Sebut Target Internet Komdigi 100 Mbps Semakin Realistis

Smallest Font
Largest Font

Target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menghadirkan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dalam dua tahun ke depan dinilai semakin realistis, dilansir dari Detik iNET. Langkah tersebut didukung oleh pelaksanaan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan menambah kapasitas spektrum komersial nasional.

Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir menyatakan bahwa tambahan spektrum tersebut akan mendongkrak kapasitas jaringan operator telekomunikasi. Peningkatan ini sekaligus mendukung penguatan kecepatan internet, baik pada layanan 4G Advanced maupun teknologi 5G.

"Mendukung dong. Tambahan spektrum tentu akan meningkatkan kemampuan jaringan," kata Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI.

Marwan juga menyoroti angka rata-rata kecepatan internet Indonesia saat ini yang berada di kisaran 62 Mbps. Menurut dia, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan karena metode pengukurannya masih mencampurkan berbagai segmen pelanggan dengan karakteristik yang berbeda.

Kondisi pengguna internet di dalam negeri dinilai sangat beragam, mulai dari pengguna pemula di pedesaan yang memilih paket 5 hingga 10 Mbps karena faktor harga, hingga pengguna fixed broadband di perkotaan.

"Kalau semuanya digabung menjadi satu rata-rata, hasilnya menjadi tidak apple to apple. Harus dipisahkan antara pengguna pemula, mobile broadband, dan fixed broadband supaya hasilnya lebih adil," ucap Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI.

Ia berpendapat bahwa wilayah perkotaan maupun penyedia layanan fixed broadband di Indonesia sebenarnya berpotensi sudah mampu mencapai kecepatan internet hingga 100 Mbps.

"Jangan-jangan Indonesia sudah menembus 100 Mbps kalau pengukurannya dilakukan secara tepat sesuai kategori layanannya," ungkap Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI.

Selain memacu kecepatan, penambahan kapasitas spektrum ini dinilai berpotensi menurunkan biaya layanan sehingga internet menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Namun, Marwan mengingatkan agar perbandingan antara harga dan kecepatan internet tetap dilakukan secara proporsional.

"Sering orang membandingkan speed dengan harga, padahal itu tidak selalu fair. Yang penting adalah melihat berapa kecepatan nyata yang diterima masyarakat sesuai layanan yang mereka pilih," kata Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI.

Lebih lanjut, Marwan menjelaskan bahwa ketidakmerataan kualitas jaringan juga terjadi di berbagai negara lain, termasuk di kawasan pinggiran kota yang kualitasnya kerap lebih rendah daripada area perkotaan.

"Di Eropa pun saya lihat di daerah suburban atau rural kualitas internetnya juga tidak selalu bagus. Tetapi yang sering dibandingkan hanya daerah perkotaannya saja. Karena itu metodologi pengambilan data menjadi sangat penting, apakah menggunakan Ookla, Opensignal, atau lembaga pengukuran lainnya," kata Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI.

Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dari Komdigi ini diproyeksikan memberi ruang lebih besar bagi operator seluler untuk terus meningkatkan kualitas serta kapasitas layanan internet di Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed