AchmadNurHidayat.ID — Beragam berita ekonomi dan pasar modal mendominasi perhatian pembaca hingga Minggu, 5 Juli 2026. Dari pergerakan harga emas perhiasan hingga aksi saham yang mencetak lonjakan besar, lima topik teratas merangkum suasana pasar saat ini.
Ringkasan berikut merangkum inti tiap laporan: kondisi harga emas ritel, rekomendasi analis untuk bank besar, daftar saham pilihan semester II, catatan top gainers pekan ini, serta perkembangan aliran dana asing dan posisi Indonesia di mata investor global.
Harga Emas Perhiasan Tercatat Solid
Harga emas perhiasan tercatat relatif stabil pada Minggu, 5 Juli 2026. Data dari beberapa jaringan ritel perhiasan menunjukkan tren yang dinamis namun masih menunjukan ketahanan permintaan di segmen ritel.
Calon pembeli dan investor disarankan terus memantau daftar harga dari jaringan perhiasan seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas untuk menentukan waktu terbaik membeli atau menjual, karena perubahan harian dapat memengaruhi keputusan transaksi.
BBCA dan BTPS Jadi Sasaran Rekomendasi Analis
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan pandangan overweight pada sektor perbankan dan menyoroti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) serta PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) sebagai bank dengan prospek lebih baik terkait kualitas aset.
Rumusan analis menempatkan BBCA sebagai pilihan utama, diikuti BTPS, dengan rekomendasi beli pada kedua saham tersebut beserta target harga terbaru yang diinformasikan dalam riset rumah analis.
Kiwoom Pilih 9 Saham untuk Semester II, Termasuk BBRI dan PANI
Kiwoom Sekuritas Indonesia merilis daftar sembilan saham pilihan untuk semester II-2026 yang dianggap siap mengalami re-rating. Pilihan ini disampaikan dengan estimasi potensi kenaikan harga antara 26% hingga 66% dari level terakhir.
Analis Kiwoom menyoroti valuasi pasar yang relatif murah, dengan rasio price to earnings (PER) IHSG pada akhir Juni 2026 tercatat 13,1 kali, lebih rendah dibandingkan rerata lima tahun sekitar 16 kali.
Top Gainers: TRUS Mencatat Lonjakan Tertinggi
Beberapa saham mengalami kenaikan tajam pada pekan 29 Juni–3 Juli 2026. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) memimpin top gainers dengan lonjakan 71,43%, naik dari Rp350 menjadi Rp600 per saham.
Selain TRUS, terdapat sembilan saham lain yang juga mencatat kenaikan signifikan selama periode yang sama, menandai fluktuasi kuat di pasar saham minggu tersebut.
Arus Dana Asing dan Status Pasar Indonesia
Kendati indikator makro menunjukkan kekuatan, seperti PER IHSG yang terjangkau dan pertumbuhan produk domestik bruto riil sebesar 5,61%, aliran dana asing ke pasar saham domestik belum kembali secara signifikan.
Kiwoom Sekuritas menekankan bahwa tantangan yang dihadapi adalah meyakinkan investor global untuk menempatkan modalnya di Indonesia. MSCI mempertahankan status pasar negara berkembang Indonesia secara bersyarat, sementara pembahasan terkait kemungkinan reklasifikasi menuju frontier market tercatat dalam agenda, dengan tinjauan MSCI berikutnya dijadwalkan pada November 2026.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
