AchmadNurHidayat.ID — PT Bank Mandiri Taspen membidik naik kelas menjadi kelompok bank berdasarkan modal inti (KBM) 3 pada 2028. Kenaikan status ini membuka peluang memperluas segmen usaha, termasuk mengejar lisensi sebagai bullion bank.
Ambisi tersebut menurut perseroan dapat dicapai secara organik tanpa tambahan modal dari pemegang saham. Rencana ini bergantung pada pertumbuhan laba yang konsisten sehingga akumulasi laba ditahan bisa memperkuat modal inti hingga memenuhi syarat regulator.
Agus Syaiful Anwar, Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, menyatakan posisi permodalan saat ini sudah jauh di atas ketentuan regulator.
“Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) telah mencapai sekitar 30%, sementara modal inti per Maret 2026 tercatat Rp9,34 triliun,” kata Agus dalam acara Media Gathering di Denpasar, Bali, Jumat (3/7/2026) malam.
Agus menambahkan, jika kinerja perusahaan tetap seperti saat ini, dalam tiga tahun ke depan modal inti diperkirakan mencapai Rp14 triliun sehingga bisa naik menjadi KBM III secara organik.
Sejak 2020, Bank Mandiri Taspen mengklaim tidak lagi bergantung pada tambahan modal dari induk usaha. Semua kebutuhan ekspansi dinyatakan dapat dipenuhi dari laba perusahaan.
Strategi ini didukung kebijakan dividend payout ratio sekitar 10% agar sebagian besar laba digunakan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal.
Pada 2025 laba bersih Bank Mandiri Taspen tercatat Rp1,58 triliun. Perseroan menargetkan laba meningkat menjadi sekitar Rp1,7 triliun pada 2026, Rp2 triliun pada 2027, dan Rp2,5 triliun pada 2028.
Kerja Sama Produk Tabungan Emas
Sebelum mengincar lisensi bullion bank, bank ini menyiapkan peluncuran produk tabungan emas bekerja sama dengan PT Pegadaian. Rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dan dijadwalkan rampung pada kuartal IV tahun ini.
Sebagai bank yang fokus pada segmen pensiunan, instrumen emas dinilai sesuai dengan karakteristik nasabah senior karena sifatnya yang cenderung aman. Oleh sebab itu, perseroan berencana menawarkan produk emas kepada nasabahnya.
Pada tahap awal, aplikasi digital Movin by Bank Mandiri Taspen akan menyediakan layanan referral tabungan emas sehingga nasabah dapat membeli emas mulai dari nominal Rp100 ribu.
“Nasabah tidak harus langsung membeli satu gram. Uang Rp100 ribu pun bisa langsung dikonversi menjadi kepemilikan emas sesuai gramasinya,” kata Agus.
Produk tabungan emas ditargetkan diluncurkan pada kuartal IV tahun ini. Selanjutnya, bank akan mengembangkan fasilitas cicilan emas berbasis kredit pada 2027.
Agus mengatakan roadmap tersebut merupakan bagian dari persiapan menjadi bullion bank pada 2028 setelah proyeksi modal inti mencapai Rp14 triliun.
Perluasan Layanan Digital
Selain pengembangan produk investasi emas, Bank Mandiri Taspen fokus memperkuat aplikasi Movin agar menjadi pusat layanan bagi pensiunan. Fitur yang dikembangkan meliputi layanan kesehatan, perjalanan, asuransi, hingga investasi.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
