Serangan AI Voice Cloning Melonjak 1400 Persen
Maraknya penggunaan teknologi kloning suara berbasis kecerdasan buatan atau AI memicu lonjakan kasus penipuan digital. Berdasarkan data BPSDM Komdigi Yogyakarta, insiden serangan deepfake berupa pemalsuan wajah dan suara melonjak hingga 1.400 persen pada periode 2024 hingga 2025.
Metode rekayasa sosial ini memanfaatkan rekaman suara korban dari media sosial untuk meniru identitas keluarga atau kerabat. Pelaku kemudian melancarkan aksi penipuan finansial dengan berpura-pura berada dalam kondisi darurat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa teknologi AI saat ini memungkinkan pelaku menirukan identitas korban secara sangat meyakinkan. Hal ini berisiko tinggi jika dimanfaatkan untuk tindak kejahatan finansial.
Selain ancaman kloning suara, lembaga analisis global merilis data dampak kerugian akibat kejahatan siber. Reports dari World Economic Forum dan laporan kejahatan Verizon menggarisbawahi bahwa pesan phishing dan manipulated media berbasis AI generatif menjadi penyebab utama kebocoran data pribadi serta kerugian materi secara global.
Guna mengantisipasi modus tersebut, Satgas PASTI dan Otoritas Jasa Keuangan mengimbau masyarakat untuk tidak langsung memercayai panggilan dari nomor tak dikenal. Masyarakat diminta menghentikan percakapan, melakukan verifikasi melalui kontak resmi yang tersimpan, serta tidak membagikan kode OTP maupun data perbankan rahasia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow