Rudi Garcia Optimistis Belgia Mampu Redam Spanyol di Perempat Final
Tim nasional Belgia menatap laga perempat final Piala Dunia 2026 dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Meskipun tidak diunggulkan saat bersua Spanyol, tim berjuluk Setan Merah ini tetap membidik satu tempat di babak semifinal.
Pertandingan krusial tersebut bakal digelar di Los Angeles, Amerika Serikat. Pecinta sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan jalannya laga pada Jumat pukul 02.00 WIB, seperti dikutip dari Investor Daily.
Lawan mereka, Spanyol, menjelma sebagai kekuatan yang diunggulkan dalam turnamen ini. Tim juara Eropa tersebut menunjukkan performa memikat dan belum pernah memungut bola dari gawangnya sendiri sepanjang kejuaraan.
Status nonunggulan ini justru dipandang positif oleh pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia. Dia menilai posisi tersebut menjadi bahan bakar motivasi tersendiri bagi anak asuhnya untuk membalikkan prediksi banyak orang.
"Semua orang sudah membicarakan kemungkinan kami pulang. Tapi kami yakin kami bisa melakukannya," kata Garcia dalam konferensi pers, seperti dikutip dari AFP via Yahoo Sport pada Jumat (10/7/2026).
"Kami yakin kami bisa melakukannya, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencapai semifinal," imbuh dia.
Langkah Belgia untuk sampai ke fase delapan besar ini dipenuhi tantangan yang dinamis. Walau keluar sebagai pemuncak grup, performa mereka sempat tertahan lewat hasil satu kemenangan atas Selandia Baru serta dua kali seri melawan Mesir dan Iran.
Grafik permainan skuad Setan Merah menunjukkan lonjakan signifikan pada babak 16 besar. Mereka tampil digdaya dengan menumbangkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, lewat keunggulan telak 4-1 pada Senin lalu.
Bagi Rudi Garcia, hasil positif tersebut menjadi indikator penting bahwa kolektivitas timnya kian padu. Berdasarkan catatan statistik, lini serang Belgia tergolong produktif dengan torehan 13 gol, hanya berada di bawah Prancis dan Argentina.
Koleksi 107 tembakan yang dilepaskan para pemain Belgia juga menjadi yang tertinggi kedua setelah Prancis. Catatan itu kian mengesankan karena Prancis telah bermain satu pertandingan lebih banyak.
Juru taktik tersebut juga mengaku tidak risau dengan potensi tekanan dari publik Los Angeles yang kemungkinan besar bakal berpihak pada Spanyol setelah kandasnya tim tuan rumah.
"Kami baru saja mengalahkan AS, tentu saja, dan lagi-lagi di stadion di mana semua orang menentang kami. Jadi saya rasa kondisinya tidak akan lebih sulit besok," ujarnya.
Kondisi di tribune penonton dinilai tidak akan memberi dampak langsung terhadap skor akhir. Fokus utama armada Belgia saat ini adalah meredam skema permainan berkualitas yang dimiliki oleh tim lawan.
"Bukan para penggemar yang mencetak gol. Kami akan focus pada apa yang bisa kami lakukan. Kami sudah cukup sibuk menghadapi skuad Spanyol yang merupakan tim sepak bola yang luar biasa," ujar dia.
"And meskipun kami adalah tim yang kurang diunggulkan untuk pertandingan besok, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberikan perlawanan yang sengit kepada mereka," jelas Garcia.
Sikap optimistis ini juga disuarakan oleh penyerang senior Belgia, Romelu Lukaku. Mantan pemain Chelsea tersebut menegaskan bahwa keberadaan mereka di fase ini bukan sekadar pelengkap kompetisi.
"Jika Anda berhasil sampai sejauh ini, maka Anda tidak akan bermain hanya untuk pulang," ujar striker Belgia itu.
"Saya rasa kami juga memiliki talenta yang dibutuhkan. Besok kami harus memainkan pertandingan yang sempurna," kata Lukaku.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow