Relawan Gempa Flores Ahmad Zaki Meninggal Saat Salurkan Bantuan
Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat mendistribusikan bantuan untuk korban gempa bumi di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (21/8/2026) petang. Pria berusia 41 tahun asal Jakarta tersebut diduga mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung dan kelelahan setelah mengendarai mobil operasional relawan menuju lokasi terdampak bencana. Kepolisian merinci bahwa almarhum sempat menghentikan kendaraan dan meminta bantuan rekannya untuk melepaskan helm serta jaket yang dikenakan sebelum akhirnya hilang kesadaran di perjalanan.
"Korban yang mengendarai kendaraan," pukas AKBP Levi Defriansyah, Kapolres Manggarai.
Rekan-rekan sejawatnya segera membawa korban ke posko medis terdekat di Posko Damer untuk mendapatkan pertolongan darurat. Namun, tim medis yang memeriksa di lokasi menyatakan almarhum telah meninggal dunia. "Karena tak sadarkan diri, rekan-rekannya kemudian membawanya ke posko medis terdekat di Posko Damer," lanjut Levi.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Masjid Nurul Huda di Kampung Reo, Kabupaten Manggarai, yang menjadi posko utama relawan sejak Sabtu (15/8/2026) untuk dimandikan serta disalatkan. "Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta pada hari ini," tutup Levi.
Dari pihak kepolisian setempat, serangan jantung dikonfirmasi sebagai penyebab utama kematian relawan kemanusiaan tersebut saat mengonfirmasi kejadian di wilayah hukum Lamba Leda Utara. "Iya (meninggal dunia)," kata Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, Kapolsek Lamba Leda Utara. Bagus mengonfirmasi penyebab kematian almarhum secara singkat dalam keterangannya.
"Serangan jantung," imbuhnya singkat.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengordinasikan proses evakuasi lanjutan menggunakan helikopter Basarnas menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo pada Sabtu (22/8/2026) pagi sebelum jenazah diterbangkan ke Jakarta. "83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan," ujar Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas. Pihak otoritas Basarnas menyampaikan rasa duka mendalam serta mengapresiasi kontribusi besar para relawan yang bertaruh nyawa membantu penanganan dampak bencana gempa magnitudo 7,7 di Flores.
"Kita melaksanakan pengantaran jenazah relawan dari wilayah potensi," kata Edy.
Edy menegaskan peran krusial para relawan yang bekerja tanpa pamrih di lapangan dalam mendukung penanganan darurat bencana alam bersama tim SAR gabungan. "Peran relawan sungguh luar biasa. Mereka bekerja karena panggilan hati dan mengorbankan diri," ucapnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow