Putri KW Terhenti di 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Sektor tunggal putri Indonesia dipastikan tanpa wakil usai Putri Kusuma Wardani tersingkir dari babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026) malam WIB. Unggulan keenam tersebut menyerah dari pemain Denmark Line Christophersen melalui kekalahan dua gim langsung 18-21 dan 17-21.
Hasil ini memupus harapan Putri untuk mengulangi torehan medali perunggu yang didapatnya pada edisi 2025 di Paris, sekaligus memutus rekor tak teralahkan dari Christophersen dalam dua pertemuan sebelumnya. Kekalahan pemain peringkat enam dunia itu juga menyusul tersingkirnya Thalita yang sebelumnya ditundukkan An Se-young serta Jonatan Christie yang kalah dari wakil Denmark.
Awal gim pertama diwarnai persaingan ketat hingga kedudukan 6-6 sebelum Christophersen mengambil alih keunggulan 11-8 pada interval usai Putri melakukan beberapa kesalahan sendiri. Meski Putri sempat menyamakan skor menjadi 18-18, wakil Denmark meraih tiga poin beruntun untuk mengamankan gim pertama 21-18.
Memasuki gim kedua, Christophersen langsung mendominasi permainan dan unggul jauh 11-5 saat jeda interval. Putri sempat menipiskan jarak menjadi 9-11 dan 13-15, namun Christophersen terus mengontrol tempo hingga menyegel kemenangan 21-17.
Pemain berusia 24 tahun itu mengakui sulit keluar dari tekanan lawan sepanjang laga berlangsung.
"Saya sangat kecewa dengan penampilan hari ini karena bermain dalam tekanan, padahal sebenarnya tidak memikirkan hasil terlalu jauh," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet Tunggal Putri Indonesia.
Putri menilai Christophersen tampil sangat dominan dalam mengatur permainan net sejak awal laga.
"Line benar-benar menguasai bola-bola depan dan terus mencari kesempatan menyerang yang memang menjadi kekuatannya. Saya juga terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan sulit menemukan ruang kosong di lapangannya," ujar Putri Kusuma Wardani.
Evaluasi teknis juga disampaikan Putri mengenai kendala yang dihadapinya di lapangan.
"Sangat kecewa dengan penampilan hari ini karena mainnya juga ada tekanan padahal saya tidak berpikir terlalu jauh. Di luar memang Line benar-benar menguasai bola depannya, dia terus mencari serangan yang memang menjadi kekuatannya, tidak yang hanya bertahan," kata Putri Kusuma Wardani.
Kesulitan dalam mengembangkan strategi permainan diakui menjadi penyebab utama kekalahannya.
"Saya juga banyak mati sendiri dan sulit sekali mencari celah kosong di lapangan dia," ujar Putri Kusuma Wardani.
Dengan hasil ini, Indonesia kini hanya bergantung pada sektor lain di babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow