Pupuk Kaltim Unjuk Gigi dalam Forum Restorasi Terumbu Karang Dunia
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memaparkan keberhasilan program restorasi terumbu karang dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) di Auckland, Selandia Baru, dilansir dari Investor Daily.
Perusahaan menjadi satu-satunya entitas industri nasional asal Indonesia yang hadir dalam forum ilmiah dunia tersebut pada 19–24 Juli 2026.
Kehadiran Pupuk Kaltim di ICRS 2026 bertujuan membagikan pengalaman pengelolaan ekosistem pesisir yang dijalankan selama 15 tahun di perairan Tebok Batang, Kota Bontang.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara, yang terdiri atas ilmuwan, akademisi, praktisi konservasi, hingga pembuat kebijakan.
Dalam kesempatan tersebut, Pupuk Kaltim membawa dua kontribusi ilmiah, yaitu presentasi oral berjudul "Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration" dan poster bertajuk "Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance".
"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," kata perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina.
Astri menjelaskan bahwa inisiatif rehabilitasi kawasan Tebok Batang yang dimulai sejak 2011 tersebut dipicu oleh kondisi kerusakan terumbu karang yang melampaui 50 persen.
Degradasi ekosistem laut kala itu terjadi akibat penggunaan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (PITRaL).
Guna memulihkan kawasan tersebut, perusahaan membangun modul terumbu buatan dan melakukan transplantasi karang dengan melibatkan masyarakat pesisir secara langsung.
"Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang, serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang," ujar Astri.
Pelaksanaan rehabilitasi di Tebok Batang mengacu pada Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).
Hingga tahun 2025, luas area yang berhasil dikonservasi mencapai 2,23 Hektar (Ha) dari total izin PKKPRL seluas 10 Ha.
Pemulihan ini berdampak positif pada ekosistem sekitar, yang ditandai peningkatan populasi ikan karang hingga 57 familia serta kehadiran 69 genus karang pada 2025.
Kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi percontohan konservasi berbasis kolaborasi yang menggabungkan perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan lokal.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyatakan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam ICRS 2026 merupakan bukti komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Langkah ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 14 tentang ekosistem lautan (Life Below Water).
"Kami sampaikan apresiasi kepada delegasi Pupuk Kaltim yang telah mewakili Indonesia pada forum ICRS. Ini menunjukkan inisiatif keberlanjutan yang lahir dari operasional perusahaan, mampu memberi kontribusi nyata dan memperoleh pengakuan dari komunitas global," tutur Anggono.
Ke depannya, perusahaan berencana memperluas jaringan kerja sama dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat demi menjaga kelestarian perairan Kota Bontang.
"Kami percaya, masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut kita tetap lestari dan terjaga," kata Anggono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow