Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Baru di NTB

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan baru yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Peresmian infrastruktur pendukung ketahanan pangan dan air nasional tersebut dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Lima infrastruktur air yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Lombok Barat, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, serta Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. Dua di antaranya, yakni Bendungan Meninting dan Bendungan Rukoh, dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero).

Pengoperasian proyek-proyek infrastruktur ini diarahkan untuk memperkokoh tiga pilar utama pembangunan nasional di sektor sumber daya alam dan pertanian.

"Lima bendungan yang diresmikan hari ini adalah investasi negara yang dapat meningkatkan ekonomi Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan energi," ujar Prabowo dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).

Pemerintah menegaskan bahwa keberadaan fasilitas bendungan memiliki peran strategis yang meluas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah," kata Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Secara teknis, Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sebesar 9,91 juta meter kubik untuk melayani irigasi seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku 0,15 meter kubik per detik, serta mereduksi banjir seluas 59 hektare. Bendungan ini juga berpotensi menghasilkan energi melalui PLTA berkapasitas 0,80 megawatt (MW) dan PLTS terapung 9,23 MW. Sementara itu, Bendungan Rukoh difungsikan untuk memperkuat sistem pengairan pertanian dan produktivitas pangan di Aceh.

Pihak kontraktor BUMN menyatakan kesiapannya untuk terus terlibat dalam pembangunan proyek prioritas pemerintah di masa mendatang.

"Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan menyukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air," ujar Firmansyah, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero).

Penyelesaian proyek infrastruktur strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengelolaan sumber daya air, ketahanan energi, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian nasional secara berkelanjutan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed