Presiden FIFA Rencanakan Penjualan Saham Piala Dunia untuk Kembangkan Sepakbola
Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham Piala Dunia melalui perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE) yang dikontrol oleh FIFA, untuk melibatkan setiap negara anggota sebagai pemegang saham dan memperluas pendanaan sepakbola.
Rencana ini juga membuka peluang bagi investor swasta berupa lembaga keuangan dan investor strategis global, bukan untuk investor ritel. Pendapatan Piala Dunia terus meningkat, misalnya dari 7,5 juta USD pada 2022 menjadi target 15 juta USD pada 2026, menurut dilansir dari Detik Sport.
Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari UEFA yang menilai penjualan saham Piala Dunia dapat mencederai nilai sportivitas dan berpotensi memboikot jika FIFA melanjutkan rencana tersebut.
Melalui akun Instagram pribadinya, Gianni Infantino menjelaskan,
"FIFA Forward Enterprise adalah sebuah proposal, peluang, dan bagian dari proses konsultasi demokratis dengan 211 Asosiasi Anggota FIFA dan Dewan FIFA," ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa jika disetujui, FFE akan menjadi anak perusahaan FIFA yang mengkonsolidasikan operasi komersial dan penyelenggaraan semua kompetisi FIFA bersama sponsor, siaran, lisensi, dan usaha baru untuk kepentingan asosiasi anggota FIFA.
Menurutnya,
"Ini akan membuka nilai komersial yang sebelumnya belum dimanfaatkan," papar Infantino.
Infantino menegaskan pentingnya evolusi FIFA untuk pengembangan sepakbola di seluruh dunia melalui FFE, sehingga setiap asosiasi anggota FIFA bisa mendapatkan pendanaan lebih besar.
"Memperkuat sisi komersial permainan adalah langkah selanjutnya yang wajar dalam evolusi FIFA setelah satu dekade reformasi tata kelola dan pengembangan yang diperluas. Melalui Program FIFA Forward, pendanaan akan meningkat dari USD 8 juta menjadi USD 20 juta per Asosiasi Anggota FIFA melalui Program FIFA Fast Forward yang baru," tulisnya.
Ia menambahkan,
"Ini adalah peluang emas untuk mempercepat pengembangan sepakbola di seluruh dunia. Tetapi ini hanyalah sebuah tawaran, bukan kewajiban. Pilihan tersebut berada di tangan Asosiasi Anggota FIFA kami, dan kami di sini untuk mendiskusikannya dengan semua orang."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow