Analis Prediksi Bitcoin Capai Titik Terendah pada Oktober-November 2026

Smallest Font
Largest Font

Pasar aset kripto global kini bersiap menghadapi fase krusial setelah Bitcoin diproyeksikan mendekati wilayah titik terendah (bottoming region) utama pada siklus bear market tahun ini.

Berdasarkan laporan TradingView yang dirilis pada Sabtu, 11 Juli 2026, analisis struktur pasar berbasis waktu menunjukkan pergerakan harga Bitcoin berpotensi menyentuh level paling bawah pada periode Oktober hingga November mendatang.

Kondisi pasar saat ini berada pada minggu ke-39 setelah rekor harga tertinggi (ATH), sementara data historis menunjukkan titik terendah siklus bear market Bitcoin umumnya baru terbentuk sekitar 53 hingga 58 minggu setelah puncak tertinggi dicapai.

Selain indikator waktu, sejumlah alat ukur momentum seperti Normalized RSI dan Normalized Williams %R dilaporkan telah memasuki area jenuh jual yang secara historis identik dengan fase akhir koreksi besar Bitcoin.

Meskipun demikian, indikator lain seperti Normalized MACD dan MVRV Z-Score terpantau belum sepenuhnya menyentuh zona kapitulasi terdalam yang biasa menjadi sinyal pembalikan arah pasar yang valid.

Tekanan pada pendapatan para penambang yang diukur melalui Puell Multiple juga mengindikasikan bahwa pergerakan menyamping (sideways) atau satu penurunan harga final masih mungkin terjadi sebelum struktur pasar yang kuat terbentuk.

Proyeksi penurunan harga Bitcoin pada siklus kali ini diperkirakan berkisar antara 60 hingga 70 persen dari titik tertinggi, yang menempatkan target harga komoditas digital tersebut pada area 38.000 hingga 50.000 dolar AS.

Faktor kedewasaan pasar yang didorong oleh kehadiran Spot ETF serta permintaan institusional jangka panjang dinilai menjadi penahan agar penurunan tidak sedalam siklus terdahulu yang sempat menyentuh angka 85 persen.

Analisis probabilitas pasar menunjukkan peluang sebesar 45 persen untuk normalisasi bear market pada area 38.000 hingga 50.000 dolar AS, diikuti peluang 25 persen untuk koreksi ringan pada area 50.000 hingga 58.000 dolar AS.

Di sisi lain, terdapat risiko sebesar 25 persen untuk penurunan makro yang lebih dalam menuju level 29.000 hingga 38.000 dolar AS, serta peluang kecil sebesar 5 persen untuk kejatuhan ekstrem ke area 20.000 hingga 29.000 dolar AS.

Sentimen pasar ke depan tetap dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global seperti tingkat suku bunga yang tinggi, inflasi, arus keluar dana ETF, likuiditas yang lemah, risiko resesi, serta ketegangan geopolitik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed