Program Buyback Obligasi AS Mendorong Lonjakan Harga Bitcoin

Smallest Font
Largest Font

Departemen Keuangan Amerika Serikat memperluas program pembelian kembali obligasi jangka panjang hingga menggandakan batasnya menjadi minimal $4 miliar per operasi. Kebijakan ini berhasil menekan yield obligasi dan mengerek harga Bitcoin hingga menyentuh level $74.427.

Langkah fiskal pemerintah Amerika Serikat tersebut langsung memicu sentimen risk-on di pasar keuangan sekaligus memicu gelombang likuidasi posisi jual. Tercatat sekitar $3 miliar posisi short terpaksa dilikuidasi saat harga Bitcoin berhasil menembus level psikologis $74.000.

Head of Digital Assets Research VanEck, Matthew Sigel, menilai lonjakan harga ini murni dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro. Ia menegaskan bahwa pergerakan pasar saat ini lebih didorong oleh kecemasan terhadap kondisi fiskal serta pelemahan dolar Amerika Serikat, bukan karena prospek pengesahan rancangan undang-undang CLARITY Act di Kongres.

"Bitcoin adalah salah satu instrumen lindung nilai terbaik yang bisa Anda temukan untuk dinamika tersebut," kata Matthew Sigel, Head of Digital Assets Research VanEck.

Pernyataan Sigel tersebut didasari oleh analisis bahwa tekanan terhadap posisi fiskal pemerintah dan depresiasi mata uang dapat meningkatkan daya tarik aset dengan pasokan terbatas. Meski demikian, rekam jejak korelasi harga Bitcoin dengan pasar saham domestik tetap menunjukkan fluktuasi selama periode krisis likuiditas global sebelumnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed