— Kebakaran hutan besar menghanguskan lebih dari 1.000 hektare lahan di wilayah selatan Prancis. Ratusan petugas pemadam masih berjuang menjinakkan api di tengah angin kencang dan cuaca yang sangat kering.

Api pertama kali muncul di komune Pouzols-Minervois, Hérault, lalu merembet ke departemen Aude, di mana lebih dari 800 hektare dilaporkan terbakar. Meski kobaran utama terkendali, beberapa titik api kecil masih aktif karena hembusan angin yang terus berlangsung.

Status Siaga Dan Evakuasi

Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan pada hunian, namun sekitar 350 warga dievakuasi untuk mengamankan keselamatan. Beberapa kebun anggur milik warga turut mengalami kerusakan sebagian akibat kebakaran.

Di Bouches-du-Rhône, utara Marseille, kebakaran di Rognac membakar sekitar 50 hektare dan merusak fasilitas seperti gudang, kendaraan, serta gedung perusahaan pekerjaan umum sebelum dipadamkan. Di Lancon-Provence, sekitar 200 hektare hangus, dan jalur kereta regional rute Marseille–Miramas sempat dihentikan sementara karena api mendekati perlintasan rel.

Kepanikan juga terjadi di Frejus, Var, di mana 2.200 wisatawan dari enam lokasi perkemahan harus dievakuasi saat api merangsek ke area vegetasi di sekitar tempat wisata.

Tindakan Pemerintah Dan Kondisi Lapangan

Pemerintah menetapkan status siaga merah tertinggi di enam wilayah Mediterania karena risiko kebakaran hutan yang dinilai sangat tinggi. Upaya pemadaman terhambat oleh mobilitas yang terbatas, termasuk keterbatasan petugas pemadam kebakaran sukarela menjelang puncak musim liburan.

“Ini adalah kenyataan dan sebuah kepastian. Hari ini kita menyaksikannya sendiri, dan ini menjadi masa-masa yang sangat rumit bagi petugas pemadam kebakaran,”

ujar juru bicara petugas pemadam kebakaran Prancis, Eric Brocardi.

Kondisi alam memperburuk situasi. Embusan angin Mistral dan Tramontane yang sangat kuat dilaporkan mencapai kecepatan hingga 90 kilometer per jam di beberapa wilayah selatan, mempercepat penyebaran api dan menyulitkan operasi pemadaman.

Catatan Kondisi Iklim

Wilayah selatan Prancis dan kawasan Mediterania umumnya mengalami musim yang kering dan panas pada pertengahan tahun. Dalam beberapa tahun terakhir intensitas dan frekuensi kebakaran hutan meningkat, karena kombinasi gelombang panas lebih awal dan curah hujan yang minim yang menyebabkan kondisi vegetasi sangat kering.

Kondisi lahan yang amat kering membuat percikan kecil berubah cepat menjadi kebakaran besar, terutama saat dipicu angin lokal kencang. Kejadian siaga merah sebelum puncak musim panas ini menjadi sorotan atas perubahan pola bencana alam di kawasan tersebut.