AchmadNurHidayat.ID — PT Brantas Abipraya (Persero) intensif melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Perusahaan BUMN konstruksi ini bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik dan kawasan permukiman yang terdampak.
Program yang dijalankan menitikberatkan pada pemulihan fungsi infrastruktur sekaligus peningkatan ketahanan terhadap bencana di masa depan. Pekerjaan meliputi normalisasi alur sungai melalui pengerukan sedimentasi serta perkuatan tebing menggunakan bronjong.
Wilayah Terdampak dan Jenis Pekerjaan
Di Sumatera Barat, penanganan dilaksanakan pada 10 wilayah yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Pengerukan sedimentasi dijalankan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir. Beberapa titik yang disebutkan sebagai lokasi pekerjaan adalah Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara; serta Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Perkuatan tebing dengan pemasangan bronjong dilakukan untuk melindungi kawasan permukiman dari ancaman longsor dan erosi, termasuk pekerjaan di Desa Pisang Palah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Komitmen dan Tujuan Pemulihan
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kehadiran negara melalui BUMN Karya dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak. Menurut Dian, setiap pekerjaan diarahkan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih tahan bencana sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
“Setiap pembangunan yang kami laksanakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak,”
Dia menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing dengan tujuan memastikan kebutuhan warga di lapangan terpenuhi.
“Kami ingin masyarakat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara merasakan bahwa pemulihan ini nyata, bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Ini adalah bagian dari cara kami melayani sepenuh hati untuk Indonesia yang lebih tangguh,”
Brantas Abipraya menegaskan peran mereka tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga mengembalikan harapan dan memperkuat ketahanan infrastruktur sebagai kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
