AchmadNurHidayat.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19% ke level 5.986,5 pada penutupan perdagangan, Selasa (7/7/2026). Penguatan indeks diwarnai lonjakan beberapa saham besar dan puluhan saham properti yang menjadi top gainer.
Di antara saham blue chip, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik 8,19% dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melonjak 5,79%. Secara akumulatif tercatat 450 saham menguat, 222 saham melemah, dan 289 saham stagnan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 10,29 triliun.
Sektor Yang Menguat
Beberapa sektor menunjukkan penguatan pada penutupan pasar. Sektor properti memimpin kenaikan sebesar 3,23%.
- Sektor barang konsumen primer naik 1,7%
- Sektor keuangan menguat 1,58%
- Sektor kesehatan bertambah 1,32%
- Sektor barang baku naik 1,19%
- Sektor barang konsumen non-primer naik 0,75%
- Sektor perindustrian naik 0,6%
- Sektor energi naik 0,54%
- Sektor infrastruktur naik 0,45%
- Sektor transportasi naik 0,3%
Sementara itu, sektor teknologi tercatat melemah 0,54%.
Top Gainers dan Top Losers
Beberapa saham properti menjadi pendorong keuntungan terbesar hari ini. Lima saham tercatat memberikan lonjakan harga antara 28% hingga 34% dalam satu hari:
- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) naik 34,9% menjadi Rp 143
- PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) melonjak 34,62% menjadi Rp 70
- PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) naik 34,3% menjadi Rp 90
- PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) meningkat 29,6% menjadi Rp 70
- PT Pikko Land Development Tbk (RODA) terangkat 28,8% menjadi Rp 67
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan signifikan. Contohnya:
- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 12,8% menjadi Rp 286
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) ambles 12,4% menjadi Rp 530
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) jatuh 11,3% menjadi Rp 510
- PT Leyand International Tbk (LAPD) terjungkal 10,26% menjadi Rp 70
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkikis 9,3% menjadi Rp 585
Sentimen Pasar
Rumusan riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG terjadi meski sebagian besar bursa Asia bergerak di zona merah. Mereka mencatat investor bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan geopolitik global, risalah rapat The Fed, dan data neraca perdagangan AS.
Riset itu juga menyorot meningkatnya ketegangan di Eropa Timur setelah serangan drone di kilang minyak terbesar Rusia di Omsk. “Peristiwa tersebut memunculkan kembali kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (7/7/2026).
Dari sisi moneter, pelaku pasar menanti risalah pertemuan Federal Reserve untuk petunjuk arah kebijakan suku bunga dan terus memperhatikan rilis neraca perdagangan Amerika Serikat.
Meski mendapat tekanan eksternal, riset Pilarmas mencatat pasar domestik memperoleh dukungan dari kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi US$ 145,6 miliar dari US$ 144,9 miliar pada akhir Mei.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
