Pramono Anung Soroti Kader Loyalitas Partai di Harlah PKB

Smallest Font
Largest Font

Kader politik yang memutuskan hengkang dari partai yang membesarkannya dinilai tidak akan pernah mencapai kesuksesan besar. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.

Pramono memaparkan pandangan tersebut saat menyinggung rekam jejak kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa dan Ketuanya, Muhaimin Iskandar. Dalam kesempatan itu, ia mengaku sempat berdiskusi secara personal mengenai dinamika loyalitas kader politik.

"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar'," ujar Pramono.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa fenomena politikus yang keluar dari partai lalu gagal berkembang dialami oleh banyak organisasi politik. Kendati demikian, ia enggan menyebutkan nama tokoh tertentu secara spesifik.

"Di PDI-Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," sambungnya.

Agenda pelantikan serentak pengurus DPC seluruh Indonesia tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan Hari Lahir ke-28 PKB. Lokasi Alun-alun Taman Fatahillah dipilih karena nilai sejarah penyerangan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram terhadap markas VOC di Batavia.

Selain membahas masalah internal partai, Mantan Sekretaris Kabinet itu memaparkan capaian indikator makro ekonomi Jakarta. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi ibu kota saat ini berada di angka 5,59 persen dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Jawa.

Di samping indikator ekonomi, kepemimpinan di Jakarta juga disorot terkait ruang toleransi umat beragama. Pramono membandingkan kesamaan wajah inklusif Jakarta dengan keterbukaan yang dimiliki PKB.

"Dan Jakarta sebenarnya dengan PKB wajahnya tidak berbeda. Dulu ketika saya pertama kali mengadakan Christmas Carol Kolosal di Bundaran HI, semua orang kaget, 'Pak Gub, bisa enggak?' Saya bilang harus bisa. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang untuk semua agama boleh tampil di Bundaran HI," jelas Pramono.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed